Syiar : Liputan

Mereka yang Mencintai Pekerjaannya

Rabu, 16 Maret 2016

Inspirator Sukses Mulia, Jamil Azzaini mengatakan, “Apa yang tampak pada diri kita (fenotip) adalah perpaduan antara bakat atau talenta atau passion yang dirangkum menjadi genetik dan hasil dari tempaan lingkungan.” Atau, fenotip = genetik + lingkungan. 

Dan orang-orang yang sukses dalam pekerjaannya adalah mereka yang bisa mengoptimalkan passion yang ada di dalam dirinya, dan survive yang ia lakukan dalam menghadapi tantangan-tantangan selama perjalanan kariernya.

Inilah yang dirasakan Yoyon (35 th) yang saat ini bekerja di PLN puslitbang Duren Tiga Jakarta. Sebagai Kepala Laboratorium Tegangan dan Arus Tinggi, setiap hari ia berkutat pada kegiatan pengujian dan sertifikasi produk yang menjadi tugasnya. Bukan karena workaholic, tapi memang tuntutan pekerjaan yang kadang membuatnya harus bekerja hingga larut malam.

“Kalau saya lebih sering menerima klien-klien yang ingin konsultasi atau merumuskan garis-garis kebijakan laboratorium. Dan sesekali ke lab melihat kondisi dan progres pengujian,”jelasnya. Bagi ayah dua anak ini selain untuk menafkahi keluarga bekerja juga merupakan bentuk aktualisasi diri. Ia telah mencintai pekerjaannya.

Lulusan Teknik Elektro ITB ini membawahi 21 pegawai dan 7 tenaga outsourching. Sejak awal, mereka sudah bekerja di kantor pusat di mana posisinya lebih mapan dari pegawai PLN yang ditempatkan di unit kecil, terpencil, atau kering. Karena itu, untuk terus menjaga semangat kerja dan loyalitas, ia sering memotivasi timnya agar tidak terlena dan selalu bersunggung-sungguh.

Totalitas

Pekerjaan Yoyon memiliki banyak tantangan dan butuh totalitas. Pergi ke daerah-daerah atau harus ke lab negara tetangga seperti Hongkong, Korea Selatan, Belanda, dan negara-negara lain untuk menguji produk. Untuk itu saat waktu longgar, ia banyak membaca dan belajar karena banyak hal yang harus dipelajari. 

Totalitas juga berlaku pada pelukis muda Muhammad Arif Kurniawan (40 th) asal Magelang. Sejak kecil, ia sangat suka menggambar. Bahkan di sekolah Arif lebih sering menggambar dan bukannya menulis seperti murid pada umumnya. Saat itu ia masih menggunakan pensil. Pada 1996, mulai mengenal cat dan kanvas setelah bangku kuliah. 

Karya-karyanya sudah diakui dunia. Tak hanya di dalam negeri, lulusan psikologi UMS ini telah berkali-kali mengikuti pameran di luar negeri, seperti di Singapura, Taipei, dan Amerika.

Disiplin adalah kuncinya. Terutama dalam hal managemen karya. Ia berprinsip, setiap karya yang dikeluarkan harus semaksimal mungkin, dalam waktu seefektif mungkin. Waktu efektifnya untuk melukis adalah pukul 8 sampai 12 siang. Pernah Arif mencoba melukis pada malam hari, tapi rupanya tidak cocok untuk kondisi badannya.

Arif telah menjadikan hobi sebagai profesinya. Setelah 20 tahun berkarya kini ia berhasil menjadi seorang seniman besar. Alhamdulillah ia sudah memiliki beberapa galeri, yakni di Bandung, Jakarta, dan Singapura. Oktober tahun lalu, ia mengikuti Yogyakarta International Art Festival 2015 yang melibatkan 52 seniman dari 22 negara.

Alasan Lain

Waktu bekerja yang bisa diatur sendiri membuat ayah dua anak ini bisa lebih dekat dengan buah hatinya. Setiap hari, ia menikmati ‘tugas negara’, yaitu mengantar dan menjemput sekolah anak-anaknya. Ketua Pajero Community Solo Raya ini tidak ingin kehilangan momen.

Masa-masa emas kedua putrinya tidak ingin ia lewatkan begitu saja. Bersama istri tercinta, Umi Hanifah, Arif ingin melihat langsung perkembangan putrinya yang bersekolah di KB & TKIT Nur Hidayah hingga kelak mereka dewasa. 

Saat ini Arif sedang mempersiap diri untuk mengikuti pameran di International Art Champ di Solo, Juli 2016 mendatang. Ke depan, ia ingin berkarya secara maksimal sampai batas kemampuan dan karya itu sendiri bisa memberikan banyak manfaat bagi semua. (Ayu)

  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
      • Dari Redaksi

        Pembaca yang budiman, sudahkah mensyukuri nikmat hari ini? Saat membuka mata di pagi hari, Allah masih membangunkan dan melihat keluarga ...
      • Talents Mapping Ajak Fokus pada Kekuatan

        Training dua hari ini terselenggara atas kerja sama Kunanta Consulting Solo dan Pathfinder Consulting Bandung. Hadir sebagai pembicara Rama Royani ...
      • RUU Negara Bangsa Yahudi Menuai Berbagai Kecaman

        Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Zeid bin Raad al-Hussein mengecam disetujuinya Rancangan Undang-Undang (RUU) Negara Bangsa Yahudi ...
      • Kemenag Luncurkan Aplikasi Haji Pintar

        Kementerian Agama telah merilis aplikasi Haji Pintar guna mendukung lancarnya pelaksanaan ibadah haji tahun 1439 H/2018 yang jatuh pada bulan ...
      • Menara MUI Ditargetkan Selesai 2020

        Tasyakuran Milad MUI ke 43 diisi dengan peletakan batu pertama pembangunan Menara MUI oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo ...
      • Isteri Belum Bisa Melayani karena Trauma

        Assalamualaikum wr wb. Ustadz, mohon nasihatnya. Kami telah menikah hampir enam tahun dan sudah dikaruniai Allah swt empat anak. Usia anak ...
      Desember 2018
      MSSR KJS
      1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      3031
      • 0
        9
        9
        7
        5
        1
        3
      • Pengunjung hari ini : 81
      • Total pengunjung : 235733
      • Hits hari ini : 164
      • Total Hits : 997513
      • Pengunjung online : 1