Syiar : Liputan

Rumah, Tempat yang Selalu Dirindu

Minggu, 07 Februari 2016

Memiliki rumah yang selalu dirindukan penghuninya tentu menjadi mimpi semua orang. Setiap anggota keluarga akan berkata ‘I wanna go home’. Seperti yang ada di bait lagu Michael Buble ‘Home’ di atas. Rumah akan dirindukan karena dua hal, suasana di dalam rumah, atau suasana hati para penghuninya. Sehingga untuk mewujudkannya, setiap orang harus berusaha agar dua hal ini ada di rumahnya.

Merdeka Menata Rumah

Ana Sulistianingsih (40 th) merasa beruntung karena memiliki keleluasaan dalam menata rumahnya. Kebetulan Cecep Gunawan suaminya yang dinas di luar kota, pulang setiap akhir pekan. Jadi, dalam hal penataan rumah, Ana diberi kemerdekaan. Mulai dari pemilihan warna dinding, hingga detail ornamen yang ada di tiap sudut ruangan.

Dominasi warna pink akan terlihat saat pertama kali masuk rumah. Kesan feminin sudah langsung terlihat. Bunga-bunga akrilik dan berbagai hiasan dari keramik tampak mendominasi. Saat memasuki ruangan, kesan adem langsung berasa. 

Kebetulan Ana adalah wanita bekerja sehingga waktunya harus dibagi untuk mengurus rumah dan pekerjaan. Bunga dan tanaman imitasipun jadi pilihannya. Ana sangat pandai memilih tanaman apa yang pas untuk ruangannya, sehingga terlihat hidup dan asri.

Rumah Ana memang tidak terlalu luas. Rumahnya terdiri dari dua lantai, di atas tanah seluas 100m2 saja. Untuk itu, ia harus pandai-pandai mengatur pembagian ruang agar semua kebutuhan keluarga bisa dipenuhi. Mulai dari ruang tamu, kamar utama, kamar anak-anak, ruang keluarga, mushola, dapur, kamar ART, taman, hingga garasi.

Teras depan rumah yang tidak terlalu luas, tidak menghalanginya untuk tetap menciptakan nuansa asri. Dipilihnya tanaman adenium berpot besar juga beberapa tanaman gantung. Pagar dari kayupun ia pilih untuk memberi kesan asri dan teduh pada rumah.

Dan yang paling penting adalah, ruangan-ruangan tersebut bisa dijadikan tempat untuk aktivitas anggota keluarga, juga untuk kegiatan kemasyarakatan seperti pengajian dan arisan yang biasanya dilaksanakan bergilir dari rumah ke rumah. 

Memilih Lingkungan

Pemilihan lingkungan menjadi prioritas utama bagi Ana saat dulu mencari tempat tinggal. Apalagi keseharian suaminya tidak ada di rumah. Keamanan dan kenyamanan menjadi pertimbangan  utama.

Ana dan suami bersepakat untuk tinggal di perumahan sistem cluster, dengan security yang ready 24 jam. Ini memberikan rasa aman dan nyaman tersendiri. Dengan begitu, suami Ana bisa tenang meninggalkan keluarga. Anak-anakpun bisa bermain di lingkungan dengan leluasa.

Memilih lingkungan ini juga menjadi pertimbangan bagi Rismani (36 th) saat ingin mencari tempat tinggal. Bagaimanapun, lingkungan akan memberi pengaruh yang sangat besar bagi sebuah keluarga. Untungnya, Rismani dan keluarga diberi kemudahan oleh Allah dalam mendapatkan rumah di lingkungan yang diinginkan. Para tetangganya juga memiliki aktivitas yang tidak jauh berbeda dengan Rismani sekeluarga. Sehingga ada saling memahami di antara mereka.

Rumah Dakwah

Karena diawali dari rumah tangga yang dibina dari konsep dakwah Rismani berkeinginan untuk ke depan label dakwah harus selalu ada dan beriringan, termasuk dalam hal penataan rumah.

“Ingin sekali memiliki sebuah ruangan khusus yang bisa dimanfaatkan untuk sebuah taman bacaan, halaqah, rapat, dan kegiatan koordinasi,” kata Rismani. Untuk saat ini sudah ada ruangan yang dimaksud tersebut, meski masih berupa ruang tamu yang berfungsi ganda. 

Rismani dan teman-teman aktif di sebuah lembaga bernama Rumah Belajar Sejahtera (RBS). Di rumahnyalah rapat dan koordinasi dilakukan. RBS memiliki banyak program. Targetnya adalah memberikan pelayanan bagi masyarakat di sekitar rumah. 

,“Saat memiliki rumah dakwah, kita harus mengkondisikan keluarga. Karena keluarga bisa jadi pendukung atau penghalang,” tutur Rismani. Karena ia dan suami sudah sepakat dengan konsep tersebut, tinggal memahamkan anak-anak seiring pertumbuhannya.

Karena dalam berdakwah membutuhkan energi yang cukup besar, rumah harus bisa menjadi tempat untuk energy recharge. Untuk itu, Rismani dan keluarga menghidupkan amalan harian untuk lebih mendekatkan diri pada Allah, seperti tilawah, shalat sunnah dan lainnya. 

Dengan penataan rumah yang baik dan suasana hati penghuni rumah yang tentram, semoga kita semua memiliki rumah-rumah yang selalu dirindu. Rumah-rumah yang selalu menjadi tempat tujuan akhir tiap anggota keluarga setelah melakukan berbagai aktivitas dan amanahnya masing-masing.(Ayu)

  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
      • Meneladani Ibunda Imam Syafi’i

        H. Wiranto Ketua Yayasan Nur Hidayah Surakarta Bagi seorang muslim, salah satu cara membangkitkan energi positif guna mempertahankan idealisme dalam mengarungi ...
      • Kemuliaan Seorang Ibu

        Banyak lagu diciptakan dan dilantunkan untuk menggambarkan sosok dan pribadi seorang ibu. Kata-kata pujangga seolah tidak pernah habis melukiskan keindahan ...
      • Sakit Bukan Alasan Lari dari Amanah

        Masyarakat Kota Solo pasti tidak asing dengan sosok tamu kali ini. Wajahnya pernah menghiasi baliho dan spanduk-spanduk di penjuru wilayah ...
      • Ibu dan Peran Multitasking

        Perempuan dilahirkan dengan kemampuan multitasking yang cukup mengagumkan. Contoh sederhana, ketika mencuci (dengan mesin) seorang ibu mungkin akan nyambi memasak, ...
      • Ketika Ibu Sakit

        Banyak urusan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab seorang ibu. Mulai dari memasak, membersihkan rumah, menyiapkan keperluan kerja suami dan ...
      • Doa Segera Mendapatkan Jodoh

        H. Kasori Mujahid Assalamu’alaikum Warohmatullahi WabarakatuhUstadz, saya seorang perempuan berusia 25 tahun dan sampai sekarang belum mendapat jodoh. Saya ingin bertanya ...
      November 2017
      MSSR KJS
      1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      2627282930
      • 0
        7
        6
        5
        1
        2
        3
      • Pengunjung hari ini : 87
      • Total pengunjung : 155687
      • Hits hari ini : 387
      • Total Hits : 765123
      • Pengunjung online : 1