Syiar : Agenda Umat

WILAYAH LOMBOK DIGUNCANG GEMPA BUMI

Selasa, 07 Agustus 2018

Wilayah Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat diguncang gempa dasyat sebanyak dua kali dalam sepekan. Gempa pertama terjadi pada Minggu, 29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 Skala Richter, terjadi pada sekitar pukul 06.47 WITA. Sedangkan gempa kedua terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018 dengan kekuatan 7 Skala Richter, terjadi pada sekitar pukul 18.48 WITA.

Berdasarkan keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa tersebut berada di daratan yakni pada titik koordinat 8.37 Lintang Selatan dan 116.48 Bujur Timur, pada kedalaman 15 kilometer. Jika titik koordinat tersebut ditelusuri dengan menggunakan Google Maps, ditemukan bahwa pusat gempa Lombok  berada di  lereng Utara-Timur Laut Gunung Rinjani.

Gempa Lombok ini telah menimbulkan gelombang tsunami kecil pada empat titik pada Minggu (5/8/2018), yakni di Pelabuhan Carik Lombok Utara setinggi 13,5 cm pada pukul 18.38 WITA, Pelabuhan Badas Sumbawa Utara setinggi 10 cm pada pukul 18.54 WITA, Pelabuhan Lembar Lombok Selatan dan Pelabuhan Pantai Benoa Bali setinggi 12 cm pada pukul 19.58 WITA. BMKG telah mengakhiri peringatan waspada tsunami pada 5 Agustus 2018 pukul 20.25 WITA.

BMKG menyebutkan, gempa 6,4 SR pada 29 Juli 2018 merupakan gempa awalan atau foreshock. Sementara gempa bumi 7,0 SR pada 5 Agustus 2018 adalah gempa utama atau mainshock.  Ini fenomena yang jarang terjadi dalam bencana  gempa, dimana kekuatan gempa kedua lebih besar dari gempa pertama. Yang umum diketahui, gempa susulan selalu mempunyai kekuatan lebih rendah.

Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat 392 orang meninggal dunia akibat gempa bumi 7 SR di wilayah NTB dan Bali. Korban luka-luka tercatat 1.353 orang, dimana 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 387.067 orang yang tersebar di ribuan titik pengungsian.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi (Pusdatin) dan Humas BNPB, Sutopo Purwonugroho, persebaran korban jiwa terbanyak ditemukan di Lombok Utara. Hal diakibatkan lokasinya yang berdekatan dengan pusat gempa yang berepisenter di darat dengan 18 Km Barat Laut, Kabupaten Lombok Timur, dengan kedalaman 15 Km. [Noviana Sari/disarikan dari berbagai sumber]

 

 

    Belum ada komentar saat ini

untuk mengisi komentar anda harus memiliki akun diwebsite kami,
silahkan login terlebih dahulu
jika belum ada silahkan daftar di Register
  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
      • Dari Redaksi

        Pembaca yang budiman, sudahkah mensyukuri nikmat hari ini? Saat membuka mata di pagi hari, Allah masih membangunkan dan melihat keluarga ...
      • Talents Mapping Ajak Fokus pada Kekuatan

        Training dua hari ini terselenggara atas kerja sama Kunanta Consulting Solo dan Pathfinder Consulting Bandung. Hadir sebagai pembicara Rama Royani ...
      • RUU Negara Bangsa Yahudi Menuai Berbagai Kecaman

        Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Zeid bin Raad al-Hussein mengecam disetujuinya Rancangan Undang-Undang (RUU) Negara Bangsa Yahudi ...
      • Kemenag Luncurkan Aplikasi Haji Pintar

        Kementerian Agama telah merilis aplikasi Haji Pintar guna mendukung lancarnya pelaksanaan ibadah haji tahun 1439 H/2018 yang jatuh pada bulan ...
      • Menara MUI Ditargetkan Selesai 2020

        Tasyakuran Milad MUI ke 43 diisi dengan peletakan batu pertama pembangunan Menara MUI oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo ...
      • Isteri Belum Bisa Melayani karena Trauma

        Assalamualaikum wr wb. Ustadz, mohon nasihatnya. Kami telah menikah hampir enam tahun dan sudah dikaruniai Allah swt empat anak. Usia anak ...
      Desember 2018
      MSSR KJS
      1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      3031
      • 0
        9
        9
        7
        5
        4
        2
      • Pengunjung hari ini : 81
      • Total pengunjung : 235733
      • Hits hari ini : 193
      • Total Hits : 997542
      • Pengunjung online : 1