Syiar : Kajian

Hikmah Ramadhan dan Kebangkitan Umat Islam

Sabtu, 07 Juli 2018

Muinudinillah Basri

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS)

 

 

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ (124)

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim.”

(QS Al-Baqarah: 124)

Imamah adalah hadiah terbesar yang Allah berikan kepada Ibrahim as sesudah lulus dari segala ujian. Nabi Ibrahim menginginkan anak cucunya menjadi imam, Allah mengabulkan dengan syarat tidak zalim. Karena orang yang zalim tidak layak menjadi imam.

Imamah di sini adalah teladan, kepemimpinan dalam iman, Islam, amal shalih, dan akhlak. Kesuksesan imamah dalam politik atau pemerintahan disyaratkan adil, cerdas, dan memiliki integritas diri. Untuk itu orang dzalim dengan kekufuran, kefasikan, kemunafikan, kemaksiatan tidak boleh dijadikan pemimpin.

Umat Islam telah diuji dengan keimanan kepada Allah selama bulan Ramadhan, diuji kekuatan muraqabahnya kepada Allah, diuji lomba dalam amal kebajikan, zuhud, sederhana, karena mengejar ridha Allah dan diuji mentadabburi Al-Qur’an sampai khatam agar direfleksikan dalam kehidupan.

Keberhasilan dalam ujian madrasah Ramadhan adalah kesadaran hidup berjamaah dengan menjalankan syariat secara utuh dan bertekad tidak akan hidup kecuali dengan aturan Islam. Dan tidak mungkin hidup dengan aturan Islam kecuali dipimpin dengan kepemimpinan Islam, dan kepemimpinan Islam tegak dan efektif jika dikendalikan oleh orang orang shalih yang menjadikan kekuasaan dan politik untuk menjaga akidah, syariah, dan menjadi alat mendistribusikan rahmat Allah kepada sekalian alam.

Allah berfirman, “Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauhul Mahfuz, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shalih. Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah). Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al Anbiya’: 105-107)

Distribusi rahmat Allah kesluruh alam semesta hanya bisa dengan spririt tunduk patuh ibadah kepada Allah, mengharap pahala surga, dan keshalihan pemimpin mutlak dipersyaratkan.

Kebangkitan umat terjadi ketika bertemu rakyat yang shalih dengan pemimpin yang shalih, tergambar dalam ketundukan Allah untuk shalat berjamaah diimami oleh presiden, gubernur, bupati atau wali kota, semua tunduk rukuk dan sujud kepada Allah dalam shalat, kemudian menjalankan syariat Allah di pasar untuk memperdagangkan yang halalan thayyiban, ta’awun di pasar-kantor-kampus-masyarakat. Dasarnya adalah menegakkan shalat, menunaikan zakat, amar makruf nahi mungkar, dan melakukan segala kebaikan sekecil apapun; seperti menyingkarkan duli dari jalan, saling senyum dan menyebarkan salam, juga bersama sama meninggalkan kemaksiatan sekecil apapun. Sehingga lahirlah ummatan wasathan, khoirul ummah.

Allah berbicara tentang masyarakat muslim. “Kamu adalah umat yang terbaik yang ditampilkan untuk manusia, menyuruh berbuat yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” (QS Ali Imran: 110)

“Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah.” (QS Al-Anbiya’: 73)

Berangkat dari wajibnya beriman kepada Allah, menjalankan syariat Islam, merindukan kebangkitan Islam, husnudzan kepada kaum muslimin dan ulamanya, wajibnya usaha memperbaiki nasib, maka umat Islam dan bangsa Indonesia harus bertekad memunculkan dan memenangkan pemimpin-pemimpin muslim untuk Indonesia; mengantarkan wakil rakyat dari mereka yang meyakini syariat Islam untuk bekerja melegislasikan kebajikan wahyu Allah di parlemen. Untuk itu semua wajib bagi kaum muslimin untuk berjuang demi kemenangan Islam melalui kemenangan akhlak dan politik. []

 

 

    Belum ada komentar saat ini

untuk mengisi komentar anda harus memiliki akun diwebsite kami,
silahkan login terlebih dahulu
jika belum ada silahkan daftar di Register
  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
  • LPPOM MUI Jawa Tengah Gelar Jambore Halal

    Sebagai salah satu dari langkah tersebut, LPPOM MUI Jawa Tengah menggelar kegiatan Jambore Halal di Gedung Gradi Praja, Jalan Pahlaman, ...
  • MUI Raih ISO 9001:2015 dari WQA

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat resmi menerima sertifikasi ISO 9001:2015 dari World Wide Quality Assurance (WQA) yang berpusat di Inggris ...
  • Senyum Dahlia

    Aku turun dari angkot. Gerimis semakin rapat. Kuangkat tas ransel di pundak menjadi peneduh, sekadar menghalangi hujan menerpa kepala. Setelah ...
  • Mengapa Alergi Susu Sapi?

    ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI mengandung lebih dari 100 jenis zat gizi yang tidak ada ...
  • Nak, Berilah Kami Waktu Sejenak

    Kehidupan rumah tangga ibarat perjalanan panjang yang memerlukan peta, bekal dan waktu rehat. Seiring perjalanan waktu dan terus menerus menjalani ...
  • Hikmah Ramadhan dan Kebangkitan Umat Islam

    “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan ...
Agustus 2018
MSSR KJS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
  • 0
    9
    0
    4
    4
    6
    4
  • Pengunjung hari ini : 27
  • Total pengunjung : 200318
  • Hits hari ini : 82
  • Total Hits : 904464
  • Pengunjung online : 1