Syiar : Dunia Literasi

Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah

Sabtu, 07 Juli 2018

Asa Mulchias

Digital Writing Expert, Editor Eksekutif, Penulis 15 Buku

 

Sebuah buku yang kontroversial. Dipercaya mengundang perdebatan dan perselisihan panjang yang tak berkesudahan.

 

Keberanian Michael H. Hart, pengarang buku “Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah” patut diacungi jempol. Idenya untuk mengurutkan sejumlah orang besar berdasarkan pengaruhnya pada kehidupan manusia terbukti menjadi strategi jitu yang membuat buku ini terus diperbincangkan. Padahal, setidaknya dua dekade sudah terlewati. Entah kenapa, saat Hart mempublikasikannya secara luas, banyak pihak merasa berkepentingan mengomentarinya dengan pedas.

 

Contohnya, Douglas Coux dalam Los Angeles Times, yang menyebut buku ini keterlaluan bagi sebagian orang. Sedangkan Do Carter, dalam Seattle Post-Intelligencer, berkata, “Para pejuang hak-hak wanita boleh mencatat kenyataan dicantumkannnya hanya dua orang wanita dalam daftar Hart.” Sepertinya ia keberatan kenapa Hart hanya mengakui segelintir wanita saja yang dianggap berpengaruh. Di sisi lain, untuk Kenneth L. Woodward, dalam Newsweek, berkomentar buku ini mengundang para pembaca untuk melawan pilihannya.

 

Saat sebagian orang mengkritik karya Hart, sebagian lagi melontarkan pujian. Seperti Roger Bonham dalam Columbus Dispatch yang mengatakan, “Keseratus bahasan riwayat hidup ini mudah dicerna, singkat-padat dan tajam; sedang bukunya sendiri akan merupakan tambahan yang berharga bagi lemari referensi pembaca.” Detroit Free Press menyebut karya Hart sebagai rangkuman sejarah dunia yang bermanfaat. Sedangkan Shaun Usher, dalam Daily Mail, menulis, “Karya Hart mengagumkan dalam hal tidak chauvinistisnya. Sebuah buku tebal yang besar dan berat penuh fakta-dan-pertentangan yang disebut Seratus Tokoh dan ditakdirkan untuk menjadi sebuah buku yang laris.”

 

Tak perlu heran melihat respon yang demikian beragam. Isi buku ini, seolah, memang dirancang untuk itu. Bacalah urutannya dan lihat bagaimana Anda tiba-tiba berbicara pada diri Anda sendiri. Apakah urutan yang ditulis Hart sudah pada urutan yang benar?

 

Bagaimana mungkin Hart menempatkan peringkat Nabi Isa—atau Jesus, bagi Kristiani—dan Buddha di bawah peringkat Isaac Newton? Benarkah Nabi Musa tidak lebih berpengaruh dibandingkan Christopher Columbus? Mengapa Hitler punya peringkat lebih tinggi dibanding Pope Urban II atau John F. Kennedy? Kenapa Lenin dan Karl Marx lebih dianggap layak masuk daftar di buku ini dibanding tokoh perdamaian seperti Mahatma Gandhi?

 

Yang paling menarik, bagaimana mungkin Hart menempatkan Nabi Muhammad di peringkat 1, padahal dia bukanlah seorang muslim? Argumentasi apa yang Hart tuliskan, sehingga ia sampai pada keputusan itu?

 

Terlepas dari kegembiraan umat Islam atas perspektif Hart, harus diketahui bahwa ia menempatkan Nabi Muhammad di posisi puncak hanya dilihat dari sisi kepemimpinan. Bahkan, dari sisi konten, Hart lebih fokus pada penaklukan-penaklukan yang dilakukan Rasulullah Saw. Hal ini patut membuat kita menelisik lebih dalam ke mana tafsiran atas tulisan Hart ke depannya nanti. Apakah Islam akan kembali disorot karena sejarah nabinya yang “dipenuhi” peperangan dan penaklukan? Apakah muslim akan di-generalisir sebagai golongan yang mewariskan ideologi semacam ini untuk diterapkan di era modern?

 

Menjadi penulis betul-betul bisa mengubah cara pandang banyak orang. Persis seperti yang telah Hart lakukan. Persis seperti para penulis dunia lainnya. Para pembaca hanya bisa bereaksi atas tulisan tersebut dengan ucapan yang terbatas ruang, tempat, dan waktu. Sedangkan tulisan? Bisa terus hidup, menembus masa demi masa, memengaruhi para pembacanya.[]

 

    Belum ada komentar saat ini

untuk mengisi komentar anda harus memiliki akun diwebsite kami,
silahkan login terlebih dahulu
jika belum ada silahkan daftar di Register
  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
  • LPPOM MUI Jawa Tengah Gelar Jambore Halal

    Sebagai salah satu dari langkah tersebut, LPPOM MUI Jawa Tengah menggelar kegiatan Jambore Halal di Gedung Gradi Praja, Jalan Pahlaman, ...
  • MUI Raih ISO 9001:2015 dari WQA

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat resmi menerima sertifikasi ISO 9001:2015 dari World Wide Quality Assurance (WQA) yang berpusat di Inggris ...
  • Senyum Dahlia

    Aku turun dari angkot. Gerimis semakin rapat. Kuangkat tas ransel di pundak menjadi peneduh, sekadar menghalangi hujan menerpa kepala. Setelah ...
  • Mengapa Alergi Susu Sapi?

    ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI mengandung lebih dari 100 jenis zat gizi yang tidak ada ...
  • Nak, Berilah Kami Waktu Sejenak

    Kehidupan rumah tangga ibarat perjalanan panjang yang memerlukan peta, bekal dan waktu rehat. Seiring perjalanan waktu dan terus menerus menjalani ...
  • Hikmah Ramadhan dan Kebangkitan Umat Islam

    “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan ...
Agustus 2018
MSSR KJS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
  • 0
    9
    0
    4
    4
    4
    7
  • Pengunjung hari ini : 27
  • Total pengunjung : 200318
  • Hits hari ini : 65
  • Total Hits : 904447
  • Pengunjung online : 1