Syiar : Tafsir

Rumah Tangga yang Sakinah Mawaddah dan Rahmah

Sabtu, 07 Juli 2018

Fakhruddin Nursyam

Pengasuh Pesantren Mahasiswa AR-RAYYAN

 

 

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS Ar-Ruum: 21)

Kilas Penjelasan

Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah dan karunia-Nya yang besar kepada umat manusia adalah bahwa Allah menjadikan laki-laki dan perempuan hidup berpasangan. Ia menciptakan perempuan dari tulang rusuk laki-laki, agar ia merasa tentram kepadanya. Setelah itu, untuk menguatkan ikatan di antara mereka, Allah menanamkan dalam diri mereka rasa kasih dan sayang. Dengan ketentraman jiwa serta perasaan kasih dan sayang di antara suami istri, diharapkan tumbuh anak-anak dan generasi baru yang dapat menyemarakkan bumi dengan berbagai bentuk ibadah dan proyek-proyek pemakmuran dunia. (Waqfah tarbawiyah minal ayatil qur’aniyah)

1. Pernikahan sebagai karunia dan tanda kekuasaan Allah

Pernikahan menjadi salah satu tanda kekuasaan Allah, karena eksistensi kehidupan dunia ditentukan oleh pertambahan populasi manusia, pertambahan populasi manusia membutuhkan suatu proses yang melibatkan perasaan tenteram, cinta dan kasih sayang antara laki dan perempuan. Untuk mengelola dan menumbuhkembangkan ketiga perasaan di atas diperlukan suatu lembaga perkawinan yang mengikuti tuntunan syar’iyah dan memperhatikan naluri fitriyah. Semua ini tidak akan terealisasi sesuai dengan harapandan cita-cita kita kecuali dengan pertolongan dan anugerah dari Allah Ta’ala. (al Asas fit tafsir)

2. Makna sakinah mawaddah dan rahmah

Para ahli tafsir telah memberikan makna untuk ketiga istilah di atas dengan redaksi yang berbeda-beda. Sebagian ulama berkata, “Sakinah adalah perasaan yang membuat hati seorang hamba tentram. Mawaddah itu kiasan dari hubungan intim dan rahmah itu kiasan dari anak. Sebagian lain berkata, “Mawaddah itu cinta seorang suami di saat masih muda sedang rahmah itu cinta suami kepada istrinya di usia tua. Sebagian lain berkata, “Mawaddah itu cinta yang membuat suami melakukan hal-hal yang mengekspresikan cinta kepada istrinya, sedang rahmah adalah cinta yang membuat suami menahan diri dari tindakan yang menyakitinya.

Dari berbagai penjelesan di atas kita dapat menarik benang merah, bahwa sakinah adalah perasaan dalam hati yang membuat seorang hamba cenderung kepada pasangannya, merasa tentram berinteraksi dengannya dan menjalin hubungan khusus dengannya. Sedang mawaddah adalah rasa cinta kepada pasangannya karena aspek-aspek lahiriyahnya. Mawaddah inilah yang mendorong seorang suami tertarik untuk melakukan hubungan intim dengan istrinya. Sedang rahmah adalah perasaan sayang kepada pasangannya karena aspek-aspek batiniyah. Dengan rahmah inilah seorang suami mengharapkan kehadiran anak dari hubungan intim dengan istrinya. Ia menyayangi pasangannya sehingga tidak tega untuk menyakitinya dan tetap menyayanginya meski aspek-aspek lahiriyah yang menyebabkan ia tertarik kepadanya dan mencintainya telah banyak berkurang bahkan mungkin sudah hilang.

3. Membangun pijakan bagi berlabuhnya sakinah, mawaddah dan rahmah

Perpaduan antara sakinah, mawaddah dan rahmah akan membuat mahligai rumah tangga tetap solid dan memiliki daya tahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan godaan yang datang dari segala arah dan tetap istiqamah dalam meraih apa yang dicita-citakan; yakni kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, serta keselamatan dari siksa api neraka. Oleh karena itu, kita harus menjadikan pernikahan kita sebagai pijakan yang kokoh bagi berlabuhnya sakinah, mawaddah dan rahmah dalam kehidupan keluarga kita. Yaitu dengan melakukan hal-hal sebagai berikut;

ü Meraih sakinah dengan mencari pasangan dari jenis manusia, bukan dari bangsa jin, manusia srigala, atau putri duyung seperti yang dikhayalkan sebagian orang setelah menyaksikan film atau membaca cerita  fiktif mengenai hal itu. Bukan pula dari pasangan sesama laki-laki ataupun sesama perempuan. Sakinah hanya dapat diraih oleh pasangan laki-laki dan perempuan dari jenis manusia. Firman-Nya, “Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya”.

ü Mencari pasangan yang memiliki keimanan yang baik, bukan sekedar cantik dan tampan secara fisik. Karena keimanan akan melahirkan banyak sifat kebaikan dan fokus kepadanya dan memejamkan mata terhadap kekurangannya. Rasul saw. bersabda, “Seorang suami yang beriman tidak akan membenci istri yang beriman. Jika ia tidak menyukai satu sifat dari istrinya, ia akan ridha dengan sifat-sifat baik lainnya”. (HR. Muslim)

ü Menikah dengan pasangan yang memiliki banyak kasih sayang, bukan pasangan yang minim kasih sayang, bahkan penuh dengan perasaan benci dan dendam. Rasul saw. bersabda, “Menikahlah kalian dengan wanita yang memiliki banyak kasih sayang dan berpotensi memiliki banyak anak. Karena aku akan membanggakan kalian di hadapan umat-umat terdahulu”. (HR. Abu Dawud dan An Nasa’i)

ü Senantiasa melakukan kebaikan di tengah kehidupan keluarga. Karena kebaikan akan mendatangkan ketentraman batin. Rasul saw. bersabda, “Kebajikan akan mengundang  ketentraman hati”. (Ibnu Khuzaimah).

ü Senantiasa bertindak dan berkata jujur dan menjauhi dusta serta hal-hal yang mengundang kecurigaan di tengah kehidupan keluarga. Rasul saw. bersabda, “Tinggalkanlah apa yang membuatmu ragu-ragu, karena sesungguhnya kejujuran akan mendatangkan ketentraman dan kebohongan akan mengundang kecurigaan”. (HR. Tirmidzi dan An Nasa’i)

ü Senatiasa mengumandangkan dzikir di tengah keluarga. Rasul saw.bersabda, “Tidak duduk suatu kaum untuk melakukan dzkrullah, melainkan malaikat akan mengelilingi mereka, rahmah akan memenuhi mereka, sakinah akan turun kepada mereka”. (HR. Muslim)

ü Menghidupkan majlis ilmu di tengah keluarga. Rasul saw. bersabda, “Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah untuk membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka sakinah, rahmat akan memenuhi mereka dan malaikat akan mengelilingi mereka”. (HR. Muslim)

ü Saling berusaha membahagiakan pasangannya dengan semaksimal kemampuan. Rasul saw. bersabda, “Apabila seorang suami mengundang istrinya untuk menunaikan hajatnya, maka hendaklah ia mendatangi suaminya, meskipun ia sedang berada di depan tungku masaknya”. (HR. Tirmidzi)

 

Itulah sebagian amalan yang dapat mengundang sakinah, mawaddah dan rahmah di tengah keluarga.

 

 

 

    Belum ada komentar saat ini

untuk mengisi komentar anda harus memiliki akun diwebsite kami,
silahkan login terlebih dahulu
jika belum ada silahkan daftar di Register
  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
      • Dari Redaksi

        Pembaca yang budiman, sudahkah mensyukuri nikmat hari ini? Saat membuka mata di pagi hari, Allah masih membangunkan dan melihat keluarga ...
      • Talents Mapping Ajak Fokus pada Kekuatan

        Training dua hari ini terselenggara atas kerja sama Kunanta Consulting Solo dan Pathfinder Consulting Bandung. Hadir sebagai pembicara Rama Royani ...
      • RUU Negara Bangsa Yahudi Menuai Berbagai Kecaman

        Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Zeid bin Raad al-Hussein mengecam disetujuinya Rancangan Undang-Undang (RUU) Negara Bangsa Yahudi ...
      • Kemenag Luncurkan Aplikasi Haji Pintar

        Kementerian Agama telah merilis aplikasi Haji Pintar guna mendukung lancarnya pelaksanaan ibadah haji tahun 1439 H/2018 yang jatuh pada bulan ...
      • Menara MUI Ditargetkan Selesai 2020

        Tasyakuran Milad MUI ke 43 diisi dengan peletakan batu pertama pembangunan Menara MUI oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo ...
      • Isteri Belum Bisa Melayani karena Trauma

        Assalamualaikum wr wb. Ustadz, mohon nasihatnya. Kami telah menikah hampir enam tahun dan sudah dikaruniai Allah swt empat anak. Usia anak ...
      Desember 2018
      MSSR KJS
      1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      3031
      • 0
        9
        9
        5
        8
        0
        1
      • Pengunjung hari ini : 15
      • Total pengunjung : 235572
      • Hits hari ini : 37
      • Total Hits : 995801
      • Pengunjung online : 2