Syiar : Liputan

Menggairahkan Ritme Hidup

Kamis, 07 Juni 2018

Barangsiapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia beruntung. Barangsiapa hari ini sama dengan hari kemarin, ia rugi. Barangsiapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia celaka.

Sesungguhnya setiap manusia merugi kecuali orang-orang yang memanfatkan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat. Di dalam ajaran Islam, yang penting adalah percepatan, bukan kecepatan. Bedanya, kecepatan itu konstan, percepatan itu perubahan kecepatan per satuan waktu. Seperti balap mobil. Satu mobil tetap dalam kecepatan sekian, sedangkan yang lainnya bertahap kecepatannya hingga meninggi. Mobil kedua ini tentunya yang akan menang.

Sesungguhnya Allah swt sudah menyiapkan waktu yang sama kepada setiap manusia. Bagaimana rahasianya manusia bisa menjalankan percepatan? Segala sesuatu jalannya sering ditentukan pada target yang hendak dicapai. Kalau tidak bisa menargetkan yang demikian tinggi, kita harus bisa mengukur kemampuan diri atau memakai sistem pentahapan. Misal, target terpenting dalam hidup ini menjadi orang yang bertakwa. Dengan target seperti itu, kita akan memanfaatkan waktu seoptimalnya. Perintah dan larangan Allah swt demikian dijaga. Orang-orang yang menjadikan kematian sebagai salah satu target, maka ia akan meningkat percepatannya.

Septiyan (26), ayah satu orang anak, memiliki target besar dalam hidupnya yaitu mati dalam keadaan husnul khotimah. Ikhtiar yang ia lakukan untuk mencapai target tersebut adalah selalu tholabul ‘ilmi dan mengamalkan ilmu yang didapat. Selalu berkumpul dengan orang-orang shalih supaya membantunya untuk tetap istiqomah. Istiqomah memang mudah diucapkan, tapi sulit dilakukan. Tapi, ia selalu berusaha untuk menjaga keistiqomahannya itu. Selain itu, ia juga ingin sukses dalam menjadi seorang suami dan seorang ayah. Ia ingin menjadikan istri dan anak-anaknya menjadi pribadi yang sholeh sebagai penyejuk mata dalam mahligai rumah tangga dan bisa menuntun keluarganya ke jalan surga.

Hanifah (26 tahun), pengusaha, mempunyai target untuk menjadi muslim yang kaya. Hartanya ingin dimanfaatkan untuk kemaslahatan ummat. Ia sadar, kadang menyumbang tenaga saja tidak cukup. Islam butuh umat yang kaya. Jadi, ketika ummat islam membutuhkan dana untuk kegiatan dakwah dan kegiatan sosial, kita bisa berkontribusi besar dalam hal itu.

Kunci yang selalu ia pegang untuk mewujudkan targetnya tersebut adalah selalu berdoa, berhusnudzon pada Allah, taat pada suami, memantaskan diri untuk menjadi muslim yang dermawan, dan fokus pada usaha yang dirintisnya. Saat ini, ia mulai melatih dirinya untuk selalu berbagi materi, tenaga, maupun fikiran pada sesama. Tidak perlu menghitung untung-ruginya. Selama ada orang lain yang membutuhkan, ia siap membantu semaksimal kemampuannya. Begitulah cara dia memantaskan diri untuk menjadi muslim yang dermawan.

Rina (28), ibu rumah tangga, mempunyai target untuk bisa shalat tepat waktu. Saat ini, ia sedang berhijrah untuk menjadi muslimah yang lebih baik. Ia mulai mengubah dirinya mulai dari shalatnya karena itu ibadah yang pertama kali dihisab saat yaumul akhir nanti. Ketika rasa malas datang, ia segera mengingat mati. Dengan mengingat mati, sangat membantunya untuk segera bangkit dari kemalasan dan bergegas menunaikan shalat tepat waktu.

Demikianlah seharusnya setiap insan memiliki target masing-masing untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Hendaknya target hidup kita tidak hanya berorientasi pada duniawi saja, tapi perlu mencanangkan target untuk kehidupan akhirat. Seperti yang disampaikan dalam suatu hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah.

“Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya, niscaya Allah menceraiberaikan urusannya dan menjadikan kefakiran membayangi kedua matanya, dan dunia tidaklah datang kepadanya melainkan apa telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya, maka Allah akan mengumpulkan segala urusannya dan menjadikan kekayaan memenuhi hatinya, dan dunia mendatanginya dalam keadaan hina.” [Noviana Sari]

 

 

    Belum ada komentar saat ini

untuk mengisi komentar anda harus memiliki akun diwebsite kami,
silahkan login terlebih dahulu
jika belum ada silahkan daftar di Register
  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
  • LPPOM MUI Jawa Tengah Gelar Jambore Halal

    Sebagai salah satu dari langkah tersebut, LPPOM MUI Jawa Tengah menggelar kegiatan Jambore Halal di Gedung Gradi Praja, Jalan Pahlaman, ...
  • MUI Raih ISO 9001:2015 dari WQA

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat resmi menerima sertifikasi ISO 9001:2015 dari World Wide Quality Assurance (WQA) yang berpusat di Inggris ...
  • Senyum Dahlia

    Aku turun dari angkot. Gerimis semakin rapat. Kuangkat tas ransel di pundak menjadi peneduh, sekadar menghalangi hujan menerpa kepala. Setelah ...
  • Mengapa Alergi Susu Sapi?

    ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI mengandung lebih dari 100 jenis zat gizi yang tidak ada ...
  • Nak, Berilah Kami Waktu Sejenak

    Kehidupan rumah tangga ibarat perjalanan panjang yang memerlukan peta, bekal dan waktu rehat. Seiring perjalanan waktu dan terus menerus menjalani ...
  • Hikmah Ramadhan dan Kebangkitan Umat Islam

    “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan ...
Agustus 2018
MSSR KJS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
  • 0
    9
    0
    4
    4
    4
    5
  • Pengunjung hari ini : 27
  • Total pengunjung : 200318
  • Hits hari ini : 63
  • Total Hits : 904445
  • Pengunjung online : 1