Syiar : Rihlah

Hunting Foto di Embung Nglanggeran

Kamis, 07 Juni 2018

Sudut Yogyakarta bagian selatan memang sangat terkenal di kalangan penikmat wisata alam. Daerah Gunungkidul menjadi incaran destinasi perjalanan yang ramai diperbincangkan berbagai kalangan. Tidak melulu tentang keindahan pantainya, Gunungkidul juga menyajikan wisata waduk buatan yaitu Embung Nglanggeran. Banyak pencinta fotografi yang tertarik datang ke tempat ini karena lokasinya yang unik dan pemandangannya sangat mempesona.

Embung Nglanggeran berlokasi di Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. Tempat ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada bulan Februari 2013. Embung ini adalah sebuah perbukitan yang dipotong menjadi telaga eksotis di atas bukit. Embung Nglanggeran ini hanya berjarak 2 km dari basecamp Gunung Api Purba Nglanggeran. Jika Anda telah menikmati keindahan Gunung Api Purba, Anda bisa singgah sejenak di Embung Nglanggeran.

Rute menuju lokasi cukup mudah. Dari kota Solo, Anda ambil arah ke Kota Yogyakarta. Di pertigaan setelah candi Prambanan, Anda belok kiri lalu mengikuti jalanan ke arah Wonosari. Kemudian Anda mengikuti jalan sampai di Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Di sebelah kiri jalan terdapat papan petunjuk ke arah Nglanggeran. Kemudian ikuti jalan kecil yang berkelok-kelok sampai tiba di lokasi. Sebagai informasi, rute ke arah Nglanggeran tidak ada angkutan umum, jadi harus membawa kendaraan pribadi. Kondisi jalan menuju lokasi masih sempit, jadi harus selalu berhati-hati dalam berkendara. Bagi pengendara kendaraan roda empat tidak perlu khawatir dengan jalan yang sempit karena jalan menuju lokasi dibuat satu arah sehingga tidak bersimpangan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan.

Selain sebagai tempat wisata, Embung Nglanggeran merupakan waduk buatan yang berfungsi menampung air hujan untuk mengairi kebun-kebun di sekitar bukit Nglanggeran. Terdengar aneh mungkin, waduk buatan dijadikan obyek wisata? Jangan salah, di sini pengunjung disuguhi keindahan alam tersendiri.

Sesampainya di lokasi Embung Nglanggeran, terdapat area parkir yang cukup luas untuk menampung banyak kendaraan roda dua maupun roda empat. Di area parkir, tersedia pula toilet, mushola, dan warung yang disediakan untuk pengunjung. Sebelum berjalan ke atas bukit, pengunjung diwajibkan membayar biaya masuk (retribusi). Biayanya cukup terjangkau, setiap orang dikenakan biaya masuk Rp 10.000 untuk siang hari dan Rp 15.000 untuk malam hari.

Selanjutnya, Anda akan berjalan menuju embung dengan menaiki anak tangga yang cukup tinggi dan berkelok-kelok. Setelah sampai di sekitar embung, pengunjung bisa bersantai-santai di gazebo yang berada di sekeliling embung untuk berteduh dan beristirahat. Anda bisa berselfie ria di tempat ini dengan latar belakang embung yang airnya kehijauan. Tempat ini sangat cocok untuk hunting foto karena viewnya sangat cantik, terutama saat sore sampai malam hari. Maka tak heran, saat sore hari, banyak fotografer berdatangan untuk menggelar sesi pemotretan atau sekadar memotret sunset dengan lensanya. Yang unik dari tempat ini, seluruh papan petunjuk ditulis dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan aksara Jawa, semakin menambah nuansa etnis khas Yogyakarta.

Di tempat ini, mata Anda akan dihipnotis dengan pemandangan gugusan batu raksasa yang membentuk Gunung Nglanggeran. Di sisi lain, Anda juga bisa memandangi lembah menghijau hingga batas mata memandang. Panorama alam yang dipadu dengan kolam buatan berada di atas puncak bukit ini seolah menawarkan sebuah fenomena baru bagi pengunjung, apalagi tatkala sang surya mulai hilang di ufuk barat, pemandangan alam ini akan lebih sempurna. Saat malam hari, suasana embung dengan kerlap-kerlip lampu dan pantulan bulan di permukaan embung wajib Anda abadikan dengan kamera. []Noviana Sari

 

    Belum ada komentar saat ini

untuk mengisi komentar anda harus memiliki akun diwebsite kami,
silahkan login terlebih dahulu
jika belum ada silahkan daftar di Register
  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
  • LPPOM MUI Jawa Tengah Gelar Jambore Halal

    Sebagai salah satu dari langkah tersebut, LPPOM MUI Jawa Tengah menggelar kegiatan Jambore Halal di Gedung Gradi Praja, Jalan Pahlaman, ...
  • MUI Raih ISO 9001:2015 dari WQA

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat resmi menerima sertifikasi ISO 9001:2015 dari World Wide Quality Assurance (WQA) yang berpusat di Inggris ...
  • Senyum Dahlia

    Aku turun dari angkot. Gerimis semakin rapat. Kuangkat tas ransel di pundak menjadi peneduh, sekadar menghalangi hujan menerpa kepala. Setelah ...
  • Mengapa Alergi Susu Sapi?

    ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI mengandung lebih dari 100 jenis zat gizi yang tidak ada ...
  • Nak, Berilah Kami Waktu Sejenak

    Kehidupan rumah tangga ibarat perjalanan panjang yang memerlukan peta, bekal dan waktu rehat. Seiring perjalanan waktu dan terus menerus menjalani ...
  • Hikmah Ramadhan dan Kebangkitan Umat Islam

    “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan ...
Agustus 2018
MSSR KJS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
  • 0
    9
    0
    4
    4
    6
    1
  • Pengunjung hari ini : 27
  • Total pengunjung : 200318
  • Hits hari ini : 79
  • Total Hits : 904461
  • Pengunjung online : 1