Tsaqofah : tsaqofah 2

Jangan Biarkan Gadget Mengambilalih

Sabtu, 07 April 2018

Di mana-mana orang memegang gadget; saat berjalan di mall, di lorong pasar, di kampus, di rumah sakit, di ruang tunggu stasiun, di bus, bahkan saat berkendara di atas motor. Masya Allah. Sedemikian dekatnya manusia modern sekarang ini dengan gadgetnya. Bahkan saat mau tidur pun tidak jauh-jauh dari gadget, begitu juga bangun tidur yang dicari pertama gadgetnya.

Hal ini pernah diangkat beberapa kali dalam video iklan layanan masyarakat sebagai sebuah sindirian. Untuk menggambarkan betapa manusia sudah tidak bisa dilepaskan dari gadget, sedikit-sedikit pegang gadget, sedikit-sedikit lihat gadgetnya. Dalam iklan tersebut diperlihatkan betapa benda persegi yang mungil itu begitu menyedot perhatian pemiliknya, sampai-sampai tidak memperhatikan sekitarnya dan akhirnya sang pemilik terjatuh karena tidak melihat lubang di depannya.

Apa yang terjadi apabila seluruh manusia di muka bumi tidak bisa lepas dari gadgetnya? Sebuah studi menunjukkan bahwa di dunia kerja, orang-orang menggunakan waktunya untuk bekerja maksimal empat jam dari delapan jam kerja. Lalu untuk apa empat jam lainnya? Untuk istirahat, makan siang, dan, tentu saja melihat gadget atau smartphone-nya.

Melihat gejala itu semua tidak berlebihan jika dikatakan banyak orang mulai terkena sindrom kecanduan gadget. Sebagian orang menyebutnya nomophobia, no-mobile-phone phobia, pobia terhadap ketiadaan handphone-nya. Selain terhadap keberdaan fisik handphone, ada juga penyakit yang terkait langsung dengan penggunaan media sosial. Namanya whastappitis.

Whatsappitis ini merupakan diagnosa dokter di Inggris atas keluhan pasiennya pada pergelangan tangannya. Setelah dirunut kronologis munculnya keluhan, dia menemukan sebagai akibat berlama-lama memegang gadget dan menjawab pesan yang masuk di whatsapp. Setiap pesan dijawab hingga berjam-jam lamanya. Akibatnya pergelangan tangannya sakit dan harus mendapatkan penanganan khusus.

Dampak penggunaan gadget yang berlebihan bukan saja mengganggu dalam aspek fisik saja. Persoalan non-fisik yang ditimbulkan seringkali justru lebih besar, sebut saja perselingkuhan atau perseteruan keluarga. Di antara yang banyak mengalaminya mungkin adalah pengusaha online. Saat sengketa tidak dapat diselesaikan baik-baik, seringkali hal itu dibawa ke ranah publik, seperti posting media sosial. Yang mana hal ini seringkali justru menyeret pihak lain yang tadinya tidak terlibat jadi ikut berkomentar dan memicu hal-hal yang tidak diinginkan.

Lalu apa saja tandanya seseorang kecanduan gadget? Jika Anda menjawab ‘ya’ pada pertanyaan berikut, bisa dikatakan Anda sudah kecanduan gadget. Seberapa besar tingkat kecanduan juga bisa dilihat dari intensitas jawaban Anda.

  1. 1.                  Apakah Anda sering merasa tidak nyaman jika gadget tidak bersama Anda?
  2. 2.                  Apakah Anda merasa keberatan atau enggan jika tidak memegang gadget, meskipun hanya sebentar?
  3. 3.                  Apakah Anda sering menggunakan gadget di waktu makan?
  4. 4.                  Apakah Anda terkadang-kadang memeriksa status gadget di tengah malam?
  5. 5.                  Apakah Anda lebih sering berinteraksi dengan gadget Anda daripada berinteraksi dengan orang lain?
  6. 6.                  Apakah Anda menghabiskan banyak waktu untuk membuat cuitan di Twitter, membalas status-status di Facebook, atau mengirim surel menggunakan gadget sebagai bentuk komunikasi kepada orang lain?
  7. 7.                  Apakah Anda lebih sering bermain gadget padahal Anda tahu seharusnya Anda melakukan sesuatu yang lebih produktif?
  8. 8.                  Apakah Anda berkencenderungan untuk menggunakan gadget, padahal di saat yang bersamaan sedang dihadapkan kepada sibuknya pekerjaan di kantor?

Efek samping kecanduan gadget yang dapat dirasakan langsung yaitu adanya penurunan fungsi organ. Kondisi ini ditandai dengan dampak secara langsung pada mata dan leher. Seperti mata lelah, kualitas penglihatan memudar, dan ketegangan pada mata. Selain itu, mata bisa terasa gatal dan panas. Anda mungkin akan menderita sakit leher karena terlalu lama menatap layar gadget. Belum banyaknya data kecelakaan yang disebabkan menurunnya daya konsentrasi akibat membagi perhatian dengan gadget.

Adapun efek psikologis sering dikaitkan dengan menurunnya kualitas tidur. Salah satunya adalah insomnia akibat menggunakan ponsel sebelum tidur. Karena menunda-nunda waktu tidur akibat menghabiskan banyak waktu untuk menggunakan ponsel, sehingga mengalami gangguan tidur dan kelelahan. Kualitas tidur juga menurun karena efek paparan cahaya terang dari ponsel. Kondisi ini berpengaruh pada aktivitas harian lainnya, di mana tubuh cepat lelah bahkan juga berpengaruh ke perilaku. Untuk anak-anak, kecanduan gadget bisa membuat jadi lebih agresif atau tantrum.

Dalam survei di laman OkCupid.com terungkap bahwa orang yang aktif 'nge-tweet' berisiko memiliki hubungan tidak langgeng, 10% lebih pendek, dibandingkan mereka yang tidak punya twitter. Oleh karena itu, para peneliti menyarankan untuk menghindari kecanduan terhadap teknologi dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama pasangan dengan mengobrol melalui tatap muka langsung.

Berikut beberapa saran penggunaan gadget agar tidak menyita waktu dan mendzolimi hak-hak yang harus Anda tunaikan lainnya

  • Tidak menggunakan gadget ketika sedang berjalan, apalagi mengoperasikan kendaraan bermotor. Hal ini dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Utamakan keselamatan dan lupakan gadget Setidaknya yang bisa dilakukan adalah menghentikan kendaraan untuk melihat berita yang muncul pada gadget untuk mengantisipasi adanya kabar penting.
  • Atur waktu penggunaan gadget, khususnya dalam hal membatasi kesempatan penggunaannya. Misalnya, siang hari setelah pekerjaan selesai (menjelang makan siang). Batasi juga penggunaannya, misalnya hanya maksimal tiga puluh menit.
  • Tidak menggunakan gadget ketika sedang makan malam bersama, pada acara keluarga, dan saat liburan bersama. Utamakan bentuk komunikasi secara langsung agar Anda dan keluarga dapat menikmati kebersamaan dan menjalin kedekatan.
  • Tentukan area bebas gadget seperti di kamar mandi, dapur, dan kamar tidur dan hindari menggunakannya ketika berada di sana.

Semoga kita semua tetap bisa mengikuti perkembangan zaman beserta buah teknologinya dengan sehat, mengambil manfaat secukupnya tanpa berlebihan, apalagi sampai kecanduan.

Wallahu a’lam bish-shawab. [] Iffah Noor Hasanah

 

    Belum ada komentar saat ini

untuk mengisi komentar anda harus memiliki akun diwebsite kami,
silahkan login terlebih dahulu
jika belum ada silahkan daftar di Register
  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
  • Lejitkan Indonesia dan Ikuti Lomba Film Pendek Syiar NH 2018

    Hasil penelitian We are social dan Hootsuite menyebutkan 132,7 juta masyarakat Indonesia menggunakan Internet dan 130 juta di antaranya aktif ...
  • LOMBA FILM PENDEK 2018

    Ketentuan Lomba Film Pendek “Lejitkan Indonesia dengan Caramu” 2018  1. Peserta adalah Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 14 tahun. Dibuktikan ...
  • Ukuran Sepatu Kita Berbeda

    Sepatu terbaik adalah sepatu yang pas di kaki, pas ukurannya dan pas dengan postur kaki kita. Semahal apapun harganya, jika ...
  • Strategi Bersaing dalam Bisnis

    Mempertahankan usaha supaya tetap berjalan dan sehat juga tak kalah susahnya dari saat memulainya. Agar usaha Anda berkelanjutan dan memenangkan ...
  • Tongkol Lombok Ijo

    Ikan tongkol banyak mengandung nilai gizi yang baik untuk tubuh. Pastinya Anda pernah mencoba berbagai olahan ikan tongkol, bukan? Apalagi ...
  • Sehat Bersama Taiji Solo

    Taiji adalah salah satu jenis senam kesehatan yang berasal dari Tiongkok. Taiji terbagi menjadi berbagai gaya yang asalnya dari satu ...
Oktober 2018
MSSR KJS
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031
  • 0
    9
    5
    2
    8
    7
    7
  • Pengunjung hari ini : 249
  • Total pengunjung : 217663
  • Hits hari ini : 437
  • Total Hits : 952877
  • Pengunjung online : 1