Syiar : Telaah Hadits

Nikmat Waktu Luang yang Sering Melenakan

Sabtu, 07 April 2018

Abdullah Aly

Dosen Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta

 

 

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ (رواهالبخاريوالترميذي)

 

“Dinarasikan oleh Ibnu Abbas ra, dia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”.

(HR Bukhari dan Tirmidzi)

 

Kesehatan dan waktu luang merupakan dua nikmat yang amat berharga bagi umat manusia. Dengan kesehatan, seseorang dapat menikmati hidup yang indah. Ia merasakan nikmatnya makan dan minum. Ia dapat bersosialisasi dengan maksimal. Ia dapat mempelajari fenomena alam dan fenomena sosial secara sempurna. Ia dapat mengembangkan diri dan melakukan yang terbaik bagi orang lain. Namun sayang seribu sayang, ada sebagian umat manusia yang membiarkan kesehatannya berlalu tanpa mengisinya dengan beragam kegiatan yang bermakna dan bermanfaat. Orang seperti inilah yang disebut hadits sebagai orang yang tertipu.

Selain kesehatan,waktu luang juga merupakan nikmat yang sangat penting bagi kehidupan manusia modern. Dengan waktu luang, seseorang dapat menyaksikan indahnya ciptaan Allah swt yang tersebar di alam raya. Ia dapat membangun kedekatan dengan orang-orang terdekat, seperti suami/istri, anak, saudara, dan anggota keluarga lainnya. Ia dapat mengisinya dengan menghafal Al-Qur’an, hadits-hadits pilihan, dan doa-doa harian. Namun demikian, ada sebagian umat manusia yang cenderung membiarkan waktu luang tanpa mengisinya dengan aneka ragam kegiatan yang bermanfaat sesuai dengan standar ajaran Islam. Orang seperti ini oleh hadits di atas dicatat sebagai orang yang tertipu.

Di era teknologi yang serba canggih seperti sekarang ini, yang menipu dan memperdaya umat manusia tidak lagi nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang. Manusia modern sekarang ini lebih banyak diperdaya oleh gadget. Gadget dengan berbagai macam jenisnya mulai dari smartphone, tablet, laptop dan sebagainya kini menjadi tren dan gaya hidup bagi sebagian besar manusia modern. Keberadaan gadget dijadikan sebagai sarana untuk menampilkan eksistensi diri, gengsi, atau ikut-ikutan mode. Maka, sangatlah disayangkan jika piranti komunikasi yang begitu mahal hanya digunakan untuk sekadar konsumtif dan tidak dimanfaatkan untuk beragam kegiatan yang bermakna dan bermanfaat.

Ada beberapa fakta yang membuktikan bahwa manusia modern telah diperdaya oleh keberadaan gadget. Pertama, manusia memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap keberadaan gadget. Seseorang cenderung merasa kehilangan ketika gadget yang dimilikinya itu ketinggalan atau lupa terbawa. Dengan terus menerus menggunakan gadget yang dimilikinya lama kelamaan manusia menjadi kurang peduli dengan lingkungan di sekitarnya, menjadi lebih malas dalam melakukan kegiatan, menjadi kurang konsentrasi karena hanya terlalu fokus dengan gadget yang ada di tangannya.

Kedua, keberadaan gadget bagi orang-orang modern membuat mereka malas bergerak dan lebih suka berinteraksi dengan dunia maya. Jika ingin berkomunikasi dengan orang-orang terdekatnya, ia lebih suka menggunakan media sosial untuk berbagi berita dan informasi. Ia lebih suka curhat dan mengeluarkan isi hatinya di jejaring sosial dengan menggunakan gadget dibandingkan berbicara dengan orang tuanya. Jika ingin memperluas pergaulannya, ia pun juga cukup mencari teman lewat jejeraing sosial. Pendek kata, seseorang tinggal di kamar sudah bisa curhat dengan orang lain, bisa memperluas pergaulannya, dan bisa mengetahui banyak informasi lewat gadgetnya.

Agar tidak diperdaya oleh keberadaan gadget, ada tiga saran yang perlu disampaikan kepada para pengguna gadget. Pertama, gunakan gadget untuk mendukung pelaksanaan profesi. Sebagai guru, misalnya, gadget itu hanya digunakan sebagai pelengkap untuk mencari informasi baru, mengolah dan menyimpan data, merekam dan memutar video yang berhubungan dengan pembelajaran. Kedua, kurangi ketergantungan kepada gadget. Jangan terlalu focus dengan gadget yang berdampak pada mengabaikan lingkungan sekitar. Hindari aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena penggunaan gadget yang secara terus menerus. Ketiga, jadilah pengguna gadget yang bijak dan pintar. Semoga![]

 

    Belum ada komentar saat ini

untuk mengisi komentar anda harus memiliki akun diwebsite kami,
silahkan login terlebih dahulu
jika belum ada silahkan daftar di Register
  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
  • LPPOM MUI Jawa Tengah Gelar Jambore Halal

    Sebagai salah satu dari langkah tersebut, LPPOM MUI Jawa Tengah menggelar kegiatan Jambore Halal di Gedung Gradi Praja, Jalan Pahlaman, ...
  • MUI Raih ISO 9001:2015 dari WQA

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat resmi menerima sertifikasi ISO 9001:2015 dari World Wide Quality Assurance (WQA) yang berpusat di Inggris ...
  • Senyum Dahlia

    Aku turun dari angkot. Gerimis semakin rapat. Kuangkat tas ransel di pundak menjadi peneduh, sekadar menghalangi hujan menerpa kepala. Setelah ...
  • Mengapa Alergi Susu Sapi?

    ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI mengandung lebih dari 100 jenis zat gizi yang tidak ada ...
  • Nak, Berilah Kami Waktu Sejenak

    Kehidupan rumah tangga ibarat perjalanan panjang yang memerlukan peta, bekal dan waktu rehat. Seiring perjalanan waktu dan terus menerus menjalani ...
  • Hikmah Ramadhan dan Kebangkitan Umat Islam

    “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan ...
Agustus 2018
MSSR KJS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
  • 0
    9
    0
    4
    4
    9
    3
  • Pengunjung hari ini : 27
  • Total pengunjung : 200318
  • Hits hari ini : 111
  • Total Hits : 904493
  • Pengunjung online : 1