Syiar : Liputan

Menjauhkan Anak dari Gadget

Sabtu, 07 April 2018

Zaman sekarang, gadget sudah bukan barang langka lagi. Mayoritas masyarakat Indonesia sudah mempunyai barang mungil tersebut. Bahkan, anak-anak balita yang asyik menatap layar gadget pun sudah menjadi pemandangan biasa. Orang tua seolah menjadikan gadget sebagai mainan untuk anak, asal anak tidak rewel dan mengganggu aktivitasnya.

Gadget bisa dibilang senjata paling favorit para orang tua untuk membuat anak-anaknya duduk tenang dan tidak rewel. Apalagi bagi orang tua yang super sibuk dan memiliki hal yang mendesak, gadget bisa menjadi alat suap yang efektif.

Menurut Maria Advianti, Komisioner Bidang Cybercrime dan Pornografi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ‘Dalam kondisi kekinian anak memang sulit dijauhkan dari gadget. Pada dasarnya anak yang terlahir setelah tahun 2000 merupakan era digital native. Mereka lahir pada zaman digital. Tapi gadget memang memiliki dampak negatif bagi tumbuh kembang anak, meski memang tetap ada dampak positifnya.”

Siti, bukan nama sebenarnya (28 tahun), menceritakan anaknya yang baru berusia 9 bulan menangis dalam bus selama perjalanan Temanggung-Semarang, hanya karena tidak mau berhenti menonton video yang ada di handphone-nya. Setelah lama menangis, akhirnya sang anak bisa diam setelah perhatiannya dialihkan. Orang tuanya menyesal karena terlalu berlebihan memberikan gadget pada anak balitanya itu. Sejak saat itu, sang ibu bertekad untuk menghentikan kebiasaannya memberikan gadget sebagai solusi agar anak mau diam.

Hani (26 tahun), bukan nama sebenarnya, memiliki pengalaman yang hampir sama. Anaknya yang baru berusia 1 tahun, mulai tertarik dan merebut gadget ibunya saat ia sedang melakukan aktivitas berjualan online. Awalnya ia sering memberikan tablet pada anaknya agar tetap tenang. Tapi, semakin lama anaknya menangis keras saat ingin pegang gadget. Akhirnya ia mulai mengatur strategi agar anaknya tidak semakin kecanduan gadget dan ia tetap bisa mencari penghasilan lewat jualan online.

Hani mulai melakukan pendekatan lagi dengan si anak. Menemaninya bermain permainan-permainan edukasi dan barang-barang yang ada di sekitarnya. Ia mulai mengatur waktu antara menemani anak dan melakukan aktivitas berjualan online. Saat anaknya tidur, ia maksimalkan waktunya untuk menyelesaikan pekerjaannya di online. Tapi setelah anaknya bangun, ia kembali lagi fokus pada anaknya. Jika memang mendesak harus memegang handphone, ia usahakan tidak membuka handphone di depan anaknya.

Dampak Negatif

Sari (27 tahun), bukan nama sebenarnya, lain lagi. Anaknya yang berusia 1,5 tahun sering melampiaskan marah saat permintaannya tidak dipenuhi dengan membanting barang-barang yang ada di sekitarnya. Orang tuanya sempat bingung dengan hal itu. Tingkah anaknya seperti orang dewasa yang temperamental. Setelah dikonsultasikan kepada ahlinya, ternyata itu merupakan salah satu dampak negatif dari seringnya terkena paparan gadget. Akhirnya mereka bertekad untuk tidak membuka gadget di depan anak.

Membaca cerita para orang tua di atas, sudah saatnya orang tua lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Janganlah mengenalkan gadget pada anak pada usia yang terlalu dini.  Menurut para ahli, sebaiknya di usia keemasan, anak tidak didekatkan dengan gadget. Karena gadget bisa merusak sistem saraf otaknya sehingga potensi kecerdasannya berkurang. Anak-anak bisa dialihkan ke aktivitas fisik supaya banyak bergerak sehingga perkembangan anak bisa optimal.

Jika memang anak sudah mulai perlu dikenalkan gadget, beri mereka pemahaman tentang positif dan negatifnya gadget. Ajak anak-anak mengoptimalkan manfaat gadget untuk hal-hal positif. Yang paling penting, selalu dampingi dan awasi mereka saat mengakses gadget supaya aktivitas mereka tetap terkontrol. Berilah durasi waktu dalam penggunaan gadget supaya tidak berlebihan dan mengarah pada tingkat kecanduan. Misalnya satu jam per hari atau hanya di hari Minggu dan libur. [] Noviana sari

 

    Belum ada komentar saat ini

untuk mengisi komentar anda harus memiliki akun diwebsite kami,
silahkan login terlebih dahulu
jika belum ada silahkan daftar di Register
  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
      • Dari Redaksi

        Pembaca yang budiman, sudahkah mensyukuri nikmat hari ini? Saat membuka mata di pagi hari, Allah masih membangunkan dan melihat keluarga ...
      • Talents Mapping Ajak Fokus pada Kekuatan

        Training dua hari ini terselenggara atas kerja sama Kunanta Consulting Solo dan Pathfinder Consulting Bandung. Hadir sebagai pembicara Rama Royani ...
      • RUU Negara Bangsa Yahudi Menuai Berbagai Kecaman

        Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Zeid bin Raad al-Hussein mengecam disetujuinya Rancangan Undang-Undang (RUU) Negara Bangsa Yahudi ...
      • Kemenag Luncurkan Aplikasi Haji Pintar

        Kementerian Agama telah merilis aplikasi Haji Pintar guna mendukung lancarnya pelaksanaan ibadah haji tahun 1439 H/2018 yang jatuh pada bulan ...
      • Menara MUI Ditargetkan Selesai 2020

        Tasyakuran Milad MUI ke 43 diisi dengan peletakan batu pertama pembangunan Menara MUI oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo ...
      • Isteri Belum Bisa Melayani karena Trauma

        Assalamualaikum wr wb. Ustadz, mohon nasihatnya. Kami telah menikah hampir enam tahun dan sudah dikaruniai Allah swt empat anak. Usia anak ...
      Desember 2018
      MSSR KJS
      1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      3031
      • 0
        9
        9
        7
        5
        5
        2
      • Pengunjung hari ini : 81
      • Total pengunjung : 235733
      • Hits hari ini : 203
      • Total Hits : 997552
      • Pengunjung online : 1