Syiar : Perspektif

Pamer Ketawadhu’an

Sabtu, 07 April 2018

Afifah Afra

Ketua Umum FLP 

Pamer Ketawadhuan

 

Suatu hari, seorang kawan, sebut saja Farida. Ia berkisah, “Ada seorang kerabat, entah mengapa ketika saya berjumpa dan mendengar ceritanya, bukannya merasa sejuk, namun justru perasaan risih.”

 “Rumah megah dia bilang gubuk, mobil mewah dia bilang gerobak. Ih, lama-lama saya malah jadi risih. Mengapa nggak dibilang apa adanya saja, sih? Nggak perlu sombong, tapi nggak perlu juga kan merendah-rendah yang justru membuat kita-kita jadi malu.”

Ucapan Farida membuat saya ternganga, sebab budaya kita memang sangat biasa dengan hal semacam itu. Mencoba merendahkan diri, namun justru membuat lawan bicara kita menjadi tak nyaman. Dalam istilahnya Aa Gym, pamer ketawadhuan. Orang ingin tampil tawadhu, namun dalam hati, sebenarnya ingin menuai pujian.

“Wah, si A ini benar-benar rendah hati, ngakunya cuma tukang sayur bayam, ternyata dia pemilik puluhan hektar perkebunan holtikultura.” Misalnya. Namanya kamuflase, terkadang memang justru terasa tidak alamiah. Alih-alih sebagai tukang sayur, mengapa tidak berizzah dengan kejujuran yang spontan? “Alhamdulillah, sepuluh tahun jatuh bangun mencoba bisnis holtikultura, pelan-pelan usaha keras membuahkan hasil.”

Sesuatu yang tidak tulus, terkadang justru jadi bumerang, seperti perasaan risih dari lawan bicara. “Istafti qalbak,” kata Rasulullah dalam hadits riwayat Ahmad, agar kita meminta fatwa pada hati. Karena hati memang tak pernah berbohong.

Dengan begitu, kita tahu, sebenarnya kita ini benar-benar rendah hati, atau sekadar pamer ketawadhuan? Jika hati berkata, “Saya sedang pamer”, mari beristighfar, dan netralkan dengan menyampaikan sesuai fakta, tanpa perlu menyombongkan diri.

“Apa kesibukanmu sekarang ini?” “Alhamdulillah, saya merasa cukup baik dengan kondisi saat ini, tetapi saya masih harus lebih banyak belajar.” Perkataan itu menurut saya lebih aman ketimbang, “Ah, saya mah apa, cuma remah-remah rengginang.”

Anda sepakat? []

 

Rubrik terkait

    Belum ada komentar saat ini

untuk mengisi komentar anda harus memiliki akun diwebsite kami,
silahkan login terlebih dahulu
jika belum ada silahkan daftar di Register
  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
      • Salam Redaksi

        Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh\r\n\r\nSubhanallah, walhamdulillah, wa lailaha illallah, wallahu akbar. Bapak-ibu, ayah-bunda, mari selalu menyebut asma Allah dalam tiap kesempatan. Dalam ...
      • Orang Tua, Jadilah Sahabat yang Dirindukan

        Manusia sebagai makhluk sosial akan selalu membutuhkan bantuan dan hubungan dengan manusia lain (homo homini socius). Dalam keluarga, setiap anggota ...
      • Sisi Lain

        Kehidupan sosial di dunia maya tidak kalah menarik dari asyiknya duduk di warung kopi bagi bapak-bapak, atau nongkrong di café ...
      • Percantik Kamar Tidur Anak dengan Mural dan Stiker

        Menghias kamar tidur anak tidak harus mengeluarkan anggaran yang besar. Anda tetap bisa mempercantik kamar tidur buah hati dengan bahan-bahan ...
      • Jangan Biarkan Gadget Mengambilalih

        Di mana-mana orang memegang gadget; saat berjalan di mall, di lorong pasar, di kampus, di rumah sakit, di ruang tunggu ...
      • Tahu Rambutan

        Bahan : 8 kotak tahu putih 4 siung bawang putih Merica bubuk secukupnya Garam dan gula secukupnya 1 1/2 sdm tepung terigu Mie yang mentah atau ...
      Juni 2018
      MSSR KJS
      12
      3456789
      10111213141516
      17181920212223
      24252627282930
      • 0
        8
        7
        0
        5
        2
        5
      • Pengunjung hari ini : 219
      • Total pengunjung : 188778
      • Hits hari ini : 679
      • Total Hits : 870525
      • Pengunjung online : 5