Syiar : Parenting

Jika Anak Lengket sama Gadget…

Sabtu, 07 April 2018

Vida Robiah Al Adawiyah

Pendiri KPPA Benih, Pegiat Sekolah Pra-Nikah, dan Rumah Ibrahim

 

Bagi orang dewasa, mungkin gadget adalah sarana untuk memudahkan pekerjaan mereka, berhubungan dengan relasi kerja dan banyak hal yang sudah menjadi kebutuhan berbasis gadget. Tapi bagaimana dengan anak-anak? Studi di Amerika menyatakan, idealnya, sebelum usia 12 tahun, anak-anak tidak boleh banyak terpapar layar (HP, TV, laptop, dll). Kondisi ini untuk membantu anak lebih banyak beraktivitas, berimajinasi bebas, dan berkreativitas.

Berikut beberapa tips untuk mengurangi atau melepaskan anak-anak dari pengaruh buruk gadget.

1. Sadarilah, tak ada asap tanpa api

 Mari kita jujur, gadget seolah sudah jadi baby sitter digital di rumah-rumah kita, untuk mengalihkan keributan saat kita harus menyelesaikan pekerjaan, agar tidak terganggu rengekan anak. Melepaskan anak dari ketergantungan gadget hanya bisa dengan sedikit tega. Tak ada asap tanpa api, maka mari kita sadari bahwa kita orang tua yang harus lebih banyak bersama anak kita, bukan gadget.

2. Jangan kenalkan, sebelum waktunya

 Anak-anak di bawah 10 tahun, idealnya terpapar layar hanya total 2-3 jam per pekan atau rata-rata hanya 10 menit per hari. Jika belum terlajur, amankan anak dari interaksi dengan layar smartphone, komputer, game, laptop. Meskipun kontennya bagus, akan tetapi efek ‘candu’ dalam gadget bisa membuat anak lupa waktu. Jika belum terlanjur, jangan berikan kesempatan pada anak-anak untuk mengakses gadget tanpa batasan.

 3Beralih dari gadget

 Beralih dari gadget memang perlu ‘perjuangan’. Rasa penasaran dan keumuman di antara kawan juga menjadikan anak-anak kita kadang tergoda. Belum lagi jika waktu untuk anak-anak dirasa kurang. Bagaimana kita mengalihkan anak agar tak lengket dengan gadget?

Pertama, sediakan waktu. Tidak ada yang lebih disukai anak kita, sebenarnya, dari bermain dan berkumpul dengan orang tuanya. Orang tua yang siap dan mengalokasikan waktu bermain dengan anak akan mengalihkan anak dari gadgetnya. Sungguh ini membutuhkan niat yang kuat dan kesabaran. Nikmati waktu bersama anak, atau gadget akan menggantikan Anda.

Kedua, tawarkan alternatif hiburan. Anak-anak butuh bermain, bukan permainan. Banyak kegiatan seru yang lebih disukai anak-anak daripada menghabiskan waktu di depan game online. Tawarkan hobi yang ingin ditekuni anak. Tawarkan hal-hal baru yang lebih asyik daripada gadget. Memang ini perlu ‘biaya dan waktu’ tapi itu jauh lebih murah daripada kelak kita membayar mahal atas kecanduannya.

Ketiga, buatlah komunitas/kawan ‘seperjuangan’. Ini sangat penting. Anak-anak perlu tahu bahwa ada teman-teman yang orang tuanya juga tidak mengizinkan bermain gadget sebelum waktunya. Komunitas seperti ini akan menjadi tempat aman dan nyaman karena memiliki cita-cita dan kebiasaan yang sama tentang gadget. Anak akan merasa “Oh..ternyata si A si B juga gak boleh main gadget dan baik-baik saja”. Ini juga membantu kita lebih berkomitmen.

 

Gadget Bermanfaat, Jika…

Pertama, berikan batasan. Tetap berikan batasan pada anak kita bahkan pada diri kita dalam menggunakan gadget; apa saja yang boleh dan tidak boleh ditonton, diunduh, aplikasi apa saja yang tidak boleh diinstal. Juga batasan tentang ruang dan waktu; no gadget saat berkumpul dengan keluarga, di ruang makan atau pada jam belajar dan di pagi hari.

Kedua, dampingi. Ada perbedaan anatara ‘menemani’ dan ‘mendampingi’. Mendampingi anak bermain gadget berarti ikut terlibat dan memantau, menjadi tempat bertanya, melihat bersama dan menjelaskan tentang konten.

Ketiga, memanfaatkan gadget. Pada anak 15 tahun ke atas gadget bisa menjadi fasilitas yang penuh manfaat. Arahkan anak untuk melihat hal-hal inspiratif dan mencari ide-ide kreatif. Atau ajak anak memanfaatkan gawainya untuk menambah penghasilan seperti bisnis online, atau mengikuti kompetisi menulis atau lainnya.

 

Intinya, menjadi orang tua zaman ini memang harus update teknologi sekaligus menyaringnya sebelum masuk ke rumah kita. Semoga setiap kemajuan teknologi tetap membawa keberkahan dalam pengasuhan anak-anak kita. Wallahu a’lam bish-shawwab. []

 


    Belum ada komentar saat ini

untuk mengisi komentar anda harus memiliki akun diwebsite kami,
silahkan login terlebih dahulu
jika belum ada silahkan daftar di Register
  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
      • Dari Redaksi

        Pembaca yang budiman, sudahkah mensyukuri nikmat hari ini? Saat membuka mata di pagi hari, Allah masih membangunkan dan melihat keluarga ...
      • Talents Mapping Ajak Fokus pada Kekuatan

        Training dua hari ini terselenggara atas kerja sama Kunanta Consulting Solo dan Pathfinder Consulting Bandung. Hadir sebagai pembicara Rama Royani ...
      • RUU Negara Bangsa Yahudi Menuai Berbagai Kecaman

        Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Zeid bin Raad al-Hussein mengecam disetujuinya Rancangan Undang-Undang (RUU) Negara Bangsa Yahudi ...
      • Kemenag Luncurkan Aplikasi Haji Pintar

        Kementerian Agama telah merilis aplikasi Haji Pintar guna mendukung lancarnya pelaksanaan ibadah haji tahun 1439 H/2018 yang jatuh pada bulan ...
      • Menara MUI Ditargetkan Selesai 2020

        Tasyakuran Milad MUI ke 43 diisi dengan peletakan batu pertama pembangunan Menara MUI oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo ...
      • Isteri Belum Bisa Melayani karena Trauma

        Assalamualaikum wr wb. Ustadz, mohon nasihatnya. Kami telah menikah hampir enam tahun dan sudah dikaruniai Allah swt empat anak. Usia anak ...
      Desember 2018
      MSSR KJS
      1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      3031
      • 0
        9
        9
        7
        5
        7
        4
      • Pengunjung hari ini : 81
      • Total pengunjung : 235733
      • Hits hari ini : 225
      • Total Hits : 997574
      • Pengunjung online : 1