Syiar : Kajian

Bahaya Salah Memilih Pemimpin

Sabtu, 07 April 2018

Muinudinillah Basri

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS)

 

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (5)

"Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Al-Mumtahanah: 5) 

Doa Nabi Ibrahim as di atas memohon agar beliau tidak dijadikan fitnah bagi orang kafir. Maksudnya, pertama, janganlah Engkau menjadikan orang kafir menguasai kami sehingga mereka akan berkata, “Kalau kalian dalam kebenaran agama kalian kenapa kami yang memimpin dan menguasai kalian.” Dan kedua, jangan sampai Engkau siksa kami dengan tangan orang kafir sehingga mereka menyangka dalam kebenaran sedang kami dalam kebatilan.

Ayat di atas mengisyaratkan agar kaum muslimin melaksanakan kewajiban agama yang besar, yaitu mengangkat pemimpin muslim yang memimpin mereka dengan aqidah, iman, dan syariat Islam. Sehingga sempurnalah kita beragama, yakni terjaganya aqidah dan syariah dalam mengatur kehidupan. Itulah makna “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”, negeri yang baik dan Rabb yang Maha Pengampun.

Itulah refleksi dari firman Allah “Tiada lain wali kalian adalah Allah, Rasul-Nya, dan orang orang beriman, yang menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan mereka tunduk kepada Allah. Pemimpin yang adil akan dinaungi Allah dengan naungan yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, pemimpin yang dicintai rakyat dan mencintai rakyat, pemimpin yang didoakan rakyat dan mendoakan rakyat. Pemimpin yang mengantarkan rakyat dalam kehidupan yang penuh berkah di dunia dan bahagia akhirat.

Kesalahan fatal bangsa Indonesia yang mayoritas adalah kaum muslimin, tidak menjalankan amanah dalam memilih pemimpin. Yakni dengan tidak mau memilih dan mengangkat pemimpin, tetapi kalau sudah jadi pemimpin, walaupun itu orang kafir dianggap sebagai waliyyul amr. Ada sebagaian yang mengaku muslim tapi memilih partai kafir sekuler, wakil rakyat yang sekuler, presiden, gubernur, atau bupati/walikota yang tidak peduli bahkan memusuhi Islam dan kaum muslimin. Akibatnya, Islam dan ulama menjadi korban kriminalisasi, bahkan kekafiran, kesesatan, dan kemaksiatan dibiarkan bahkan dilindungi.

Bagaimana Mengubah Keadaan

Kaum muslimin diharapkan untuk mengubah nasib mereka sendiri dan bangsa Indonesia secara umum dengan berbuat nyata. Yang dapat dilakukan yaitu membuktikan bahwa kita adalah rakyat yang berdaulat untuk memilih pemimpin berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa, yang Menjunjung Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dengan Akhlaqul Karimah, jauh dari pencitraan munafik. Sehingga Persatuan Indonesia bisa terwujud dan para wakil rakyat yang layak untuk bermusyawarah, demi amanah Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksaan dalam Permusyawaratan Perwakilan Rakyat. Dengan demikian keputusan diambil atas dasar hak dan batil, benar-salah, baik-buruk, bukan asal didukung suara terbanyak yang lebih sering cenderung mengikuti hawa nafsu syahwat. Dari itu semua akan terealisasi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.  

Memilih pemimpin yang benar adalah ibadah mulia, dan sebaliknya, salah dalam memilih pemimpin adalah dosa besar. Memilih pemimpin yang salah juga termasuk kekufuran serta bentuk kemunafikan yang akan mengantarkan pelakunya ke neraka bersama pemimpin/wali yang telah dipilihnya. (QS Al-Ahzab: 64-67)

Cukuplah kaum muslimin terjerembab dalam kubang kehinaan, penistaan selama puluhan tahun sampai sekarang ini. Dan cukuplah kita mengambil pelajaran, jika kaum muslimin bersatu, niscaya dapat melahirkan pemimpin yang akan mensejahteraan dan melindungi kaum muslimin sebagaimana yang pernah terjadi di ibukota. Ketika kaum muslimin ikhlas dalam berjuang dan bertawakkal insya Allah kebenaran akan menang. Maka tolonglah Allah dengan ikhlas dan Islam, pasti Allah akan menolong kita. Sungguh, pertolongan itu dari Allah dan “…kemenangan yang dekat, dan berilah kabar gembira bagi kaum mukminin.” (QS As-Shaff: 14). Amiin. []

 

Rubrik terkait

    Belum ada komentar saat ini

untuk mengisi komentar anda harus memiliki akun diwebsite kami,
silahkan login terlebih dahulu
jika belum ada silahkan daftar di Register
  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
      • Salam Redaksi

        Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh\r\n\r\nSubhanallah, walhamdulillah, wa lailaha illallah, wallahu akbar. Bapak-ibu, ayah-bunda, mari selalu menyebut asma Allah dalam tiap kesempatan. Dalam ...
      • Orang Tua, Jadilah Sahabat yang Dirindukan

        Manusia sebagai makhluk sosial akan selalu membutuhkan bantuan dan hubungan dengan manusia lain (homo homini socius). Dalam keluarga, setiap anggota ...
      • Sisi Lain

        Kehidupan sosial di dunia maya tidak kalah menarik dari asyiknya duduk di warung kopi bagi bapak-bapak, atau nongkrong di café ...
      • Percantik Kamar Tidur Anak dengan Mural dan Stiker

        Menghias kamar tidur anak tidak harus mengeluarkan anggaran yang besar. Anda tetap bisa mempercantik kamar tidur buah hati dengan bahan-bahan ...
      • Jangan Biarkan Gadget Mengambilalih

        Di mana-mana orang memegang gadget; saat berjalan di mall, di lorong pasar, di kampus, di rumah sakit, di ruang tunggu ...
      • Tahu Rambutan

        Bahan : 8 kotak tahu putih 4 siung bawang putih Merica bubuk secukupnya Garam dan gula secukupnya 1 1/2 sdm tepung terigu Mie yang mentah atau ...
      Juni 2018
      MSSR KJS
      12
      3456789
      10111213141516
      17181920212223
      24252627282930
      • 0
        8
        7
        0
        5
        6
        3
      • Pengunjung hari ini : 219
      • Total pengunjung : 188778
      • Hits hari ini : 717
      • Total Hits : 870563
      • Pengunjung online : 3