Syiar : Tafsir

Menyikapi Kebiasaan Buruk yang Mencandu

Sabtu, 07 April 2018

Fakhruddin Nursyam

Pengasuh Pesantren Mahasiswa AR-RAYYAN

 

وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْا عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَىٰ أَصْنَامٍ لَّهُمْ ۚ قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَل لَّنَا إِلَٰهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَإِنَّ هَٰؤُلَاءِ مُتَبَّرٌ مَّا هُمْ فِيهِ وَبَاطِلٌ مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَقَالَ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَٰهًا وَهُوَ فَضَّلَكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: "Hai Musa. buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)". Musa menjawab: "Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)". Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang seIalu mereka kerjakan. Musa menjawab: "Patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain dari pada Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat”. (QS Al-A’raaf: 138-140)

Kilas Penjelasan

Sesungguhnya Bani Israil –selama berada di bumi Mesir– telah melepaskan aqidah tauhid dan agama lurus yang diwariskan Ibrahim dan Ya’kub, yang keduanya telah mewasiatkan kepada mereka untuk tidak mati kecuali dalam keadaan Islam (QS Al-Baqarah: 132). Namun, karena mereka berada dalam kehinaan, penindasan dan perbudakan, ilmu mereka dan kemuliaan legendaris mereka hilang. Mereka pun larut dalam agama orang-orang yang menguasai dan menindas mereka. Tidak tersisa lagi suatu identitas yang membedakan mereka dari bangsa lain kecuali status mereka sebagai pelayan dan budak.

Lalu Allah mengutus Musa as untuk membebaskan mereka dari penindasan Fir’aun dan juga dari dominasi kesyirikan dan kekufuran yang melingkupi kehidupan mereka. Musa memimpin mereka untuk menyebrangi lautan agar terbebas dari cengkeraman Fir’aun. Namun begitu melewati bangsa Kan’an yang sedang khusyuk menyembah patung sapi buatan mereka sendiri, Bani Israil pun merasa iri dan rindu untuk kembali menyembah berhala. Tanpa malu dan merasa bersalah mereka berkata kepada Musa as, “Hai Musa. Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)". Dengan nada marah Musa menjawab, “Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang jahil”.

Setelah itu Musa as menjelaskan bahwa penyembahan berhala itu akan menghancurkan mereka, perbuatan mereka hanya sia-sia bahkan merugikan mereka. Sebagai pamungkas, Musa menegaskan bahwa Allah yang ingin mereka tinggalkan dengan menyembah sesembahan selain-Nya justru yang selama ini menjadi sumber kemuliaan dan kejayaan bagi mereka. (At-Tahrir/9/79)

  1. Menjauhi sumber kecanduan

Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu ...” Penggalan ayat ini mengisyaratkan bahwa untuk meninggalkan kebiasaan buruk penyembahan berhala yang sudah mencandu dalam hati dan jiwa Bani Israel, Musa as mengajak mereka untuk berhijrah meninggalkan berhala-berhala mereka di Mesir.

Hal ini mengisyaratkan bahwa untuk meninggalkan kebiasaan buruk yang sudah mencandu adalah dengan melakukan hijrah secara fisik. Kita harus mengurangi atau bahkan membuang sama sekali barang-barang yang membuat kita kecanduan. Jika seorang anak kecanduan nonton televisi, maka jam atau waktu untuk menonton televisi harus dikurangi, atau bahkan televisi di rumah harus disingkirkan dengan dijual atau dikasihkan kepada orang lain. Begitu juga untuk kasus kecanduan gatget, game atau hal lainnya. Tanpa hijrah secara fisik, upaya untuk menghilangkan kecanduan akan menjadi sia-sia belaka.

2. Menjaga pergaulan dan pertemanan

Maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka...“ Setelah melakukan hijrah secara fisik, ternyata kerinduan Bani Israil untuk kembali menyembah berhala menyeruak ke permukaan sehingga mereka berkata kepada Musa, “Hai Musa. Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)".

Jadi, di sampaing menjauhkan diri secara fisik dari penyebab kecanduan, kita juga harus menjaga pergaulan anak-anak kita. Jangan sampai mereka berteman dengan orang-orang yang masih kecanduan barang tertentu, sehingga anak-anak kita kembali melakukan kebiasaan buruk yang baru saja berhasil ditinggalkan.

3. Sikap tegas orang tua

Musa menjawab: "Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)“. Begitu melihat gejala di tengah kaumnya yang menginginkan untuk kembali kepada kesyirikan, Musa langsung menjawab dengan tegas dan tidak memberikan toleransi.

Jadi, di samping hijrah secara fisik dan menjaga pergaulan, orang tua harus bersikap tegas kepada anak-anaknya yang mengalami kecanduan. Jangan sampai karena rasa kasihan, orang tua memberikan toleransi-toleransi yang justru menghancurkan berbagai upaya penyembuhan yang telah ia lakukan. Orang tua boleh, atau bahkan harus memberikan kompensasi yang positif dan alternatif kesibukan yang konstruktif untuk anak yang kecanduan, tetapi tidak dengan memberikan toleransi atau permakluman yang membuatnya tidak kunjung sembuh dari kecanduannya.

4. Memberikan alasan dan penjelasan yang tepat

Setelah menolak permintaan Bani Israil, Musa as menjelaskan beberapa alasan mengapa ia menolak permintaan mereka. Semoga dengan penjelasan ini mereka mau menyadari kesalahan mereka dan tidak mengulanginya lagi di masa depan.

ü  Penjelasan mengenai perkara yang menjadi biang kecanduan

ü  Penjelasan mengenai dampak buruk dari kebiasaan yang sudah mencandu

ü  Penjelasan mengenai sisi-sisi positif dari alternatif lain yang seharusnya mereka lakukan

Dalam konteks masalah kecanduan anak terhadap sesuatu entah gadget atau yang lainnya, orang tua harus dapat menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan anak-anak terhadap piranti tertentu agar mendatangkan kebaikan bagi mereka di dunia dan akhirat. Begitu pula memberikan alternatif aktivitas lain yang jauh lebih bermanfaat daripada kebiasaan buruk yang sudah mencandu di hati dan jiwa mereka. Semoga dengan begitu mereka lebih semangat dan antusias untuk melakukan aktivitas alternatif yang positif dan konstruktif.

 

Wallahu a’lam. []

    Belum ada komentar saat ini

untuk mengisi komentar anda harus memiliki akun diwebsite kami,
silahkan login terlebih dahulu
jika belum ada silahkan daftar di Register
  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
  • Ukuran Sepatu Kita Berbeda

    Sepatu terbaik adalah sepatu yang pas di kaki, pas ukurannya dan pas dengan postur kaki kita. Semahal apapun harganya, jika ...
  • Strategi Bersaing dalam Bisnis

    Mempertahankan usaha supaya tetap berjalan dan sehat juga tak kalah susahnya dari saat memulainya. Agar usaha Anda berkelanjutan dan memenangkan ...
  • Tongkol Lombok Ijo

    Ikan tongkol banyak mengandung nilai gizi yang baik untuk tubuh. Pastinya Anda pernah mencoba berbagai olahan ikan tongkol, bukan? Apalagi ...
  • Sehat Bersama Taiji Solo

    Taiji adalah salah satu jenis senam kesehatan yang berasal dari Tiongkok. Taiji terbagi menjadi berbagai gaya yang asalnya dari satu ...
  • 8 Hal Pemicu Kerentanan Keluarga

    Kehidupan berumah tangga selalu ada dinamika berupa permasalahan dan tantangan silih berganti. Bahkan bisa dikatakan, kehidupan keluarga tidak pernah sepi ...
  • Umbul Sidomukti, Sensasi Negeri di Atas Awan

    Kawasan wisata Umbul Sidomukti merupakan salah satu wisata alam pegunungan yang cukup terkenal di Kota Semarang. Lokasi ini terletak di ...
September 2018
MSSR KJS
1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30
  • 0
    9
    3
    0
    6
    6
    2
  • Pengunjung hari ini : 13
  • Total pengunjung : 209428
  • Hits hari ini : 22
  • Total Hits : 930662
  • Pengunjung online : 3