Tsaqofah : Tsaqofah 1

Kemuliaan Seorang Ibu

Selasa, 14 Maret 2017

Banyak lagu diciptakan dan dilantunkan untuk menggambarkan sosok dan pribadi seorang ibu. Kata-kata pujangga seolah tidak pernah habis melukiskan keindahan hati seorang ibu. Tidak pernah berhenti menuturkan kisah cerita yang menggugah dan menyejukkan, selalu mengalir sepanjang sejarah kemanusiaan, tentang kemuliaan seorang ibu. Hingga lisan manusia agung Rasulullah SAW menegaskan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu. Tidak berhenti di situ. Allah SWT pun memerintahkan agar seorang anak selalu berbuat baik dan lembut kepada ibunya; larangan menyakitinya dengan cara apapun; mendoakan kebaikan baginya serta berbagai hal lain yang membawa kebahagiaan serta kehormatan dirinya. Islam juga menjadikan durhaka kepada kedua orang tua sebagai salah satu dosa besar.Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا – وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau keduanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “Ah” dan janganlah kamu membentak keduanya dan ucapanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Ya Allah, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Q.S. An Nahl: 23-24)وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (١٤)“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu”. (QS Luqman: 14)Firman Allah SWT ini menggambarkan nuansa pengorbanan yang agung dan dahsyat. Seorang ibu dengan tabiatnya harus menanggung beban yang amat berat dan lebih kompleks. Namun, luar biasa, ia tetap menjalaninya dengan senang hati dan cinta yang mendalam, penuh kasih sayang dan kelembutan. Karena itu Al-Qur’an mengarahkan agar bersyukur kepada Allah sebagai pemberi nikmat yang pertama.Kemudian pada urutan berikutnya berterima kasih kepada kedua orang tua sebagai sarana nikmat itu. Karena keutamaan dan kemuliaannya itu, Rasulullah SAW menyuruh seorang anak mendahulukan menghormati ibu daripada bapak. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَDari Abu Hurairah ra berkata, “Datang seseorang kepada Rasulullah SAW lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak untuk saya berbuat baik padanya?” Rasulullah menjawab: Ibumu. Dia bertanya lagi: Lalu siapa? Rasulullah menjawab: Ibumu. Dia bertanya lagi: Lalu siapa? Rasulullah kembali menjawab: Ibumu, lalu dia bertanya lagi: Lalu siapa? Rasulullah menjawab: Bapakmu.” (HR. Bukhari : 5971, Muslim : 2548).Pesan Hari Ini untuk IbuSeorang ibu berkata, “Dari seorang perempuan, kemudian setelah menikah jadi seorang istri dan saat punya anak jadi ‘naik kelas’ jadi ibu. Itu baru dalam ruang lingkup keluarga, belum termasuk kehidupan sosial dan karier.Setiap kali mau melakukan atau memutuskan sesuatu jadi banyak pertimbangnnya. Hidup rasanya sudah nggak sesederhana dulu, soalnya secara otomatis memang banyak perubahan yang saya alami.Ujung-ujungnya, pilihan pun akan jatuh pada hal yang paling penting. Kuncinya adalah prioritas. Meskipun saya yakin hampir semuanya menjadikan keluarga jadi prioritas utama, tapi tentu kita tidak bisa menutup mata dengan segala perkembangan saat ini. “ Lagi-lagi sebagaimana yang diharapkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, agar dalam kondisi apapun seorang ibu harus “dekat” dengan anak-anak mereka. Kemuliaan mereka, para ibu, amat dekat dengan perannya di dalam keluarga. Dan sekali lagi karena mereka begitu dekatnya dengan anak-anak pewaris generasi peradaban, sehingga mereka dimuliakan oleh anak-anak itu.Tidak bisa dipungkiri bahwa tantangan menjadi ibu di zaman modern ini makin besar. Pola pikir manusia yang sudah tersentuh kemajuan, pada akhirnya berpengaruh pula terhadap cara berpikir tentang sebuah keluarga. Eksesnya kemudian mengasuh anak menjadi tidak mudah di zaman ini. Karena itu, sosok ibu memang sangat diharapkan bisa menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada, mengambil sisi positif untuk anak-anaknya. 
Lihatlah sebagian ibu yang bekerja di pabrik. Mereka seringkali mendapati dirinya tidak punya apa-apa. Upahnya hanya cukup untuk beli bedak dan membayar hutang di warung-warung. Dia sudah menolong majikannya untuk membayar pajak perusahaan.Ia rela berangkat malam pulang pagi, saat seharusnya menjadi waktu terbaik untuk bercengkerama dengan suami dan anak-anaknya. “Saya sering terasing dari keluarga,” begitu sebagian keluh kesahnya.Ketika pulang ke rumah mendapati begitu banyak pekerjaan yang belum beres. Akhirnya, kita menyaksikan sebagian potret ibu yang tidak lagi memegang ‘kendali’ atas keluarga mereka. Siapa yang menyusui bayinya? Anak-anak yang lebih besar entah di mana dan sedang apa? Suaminya pergi ke mana dan bersama siapa? Tak jarang hal itu menimbulkan kegalauan dan kecemasan; muncul pertanyaan, ‘Kok jadi begini? Di mana keindahan seorang ibu yang pernah ia lihat pada sosok ibunya dulu?’ Segala “ketakutan” tidak akan hilang dan kemuliaan tidak diraih seorang ibu, jika tetap memilih tidak kembali pada petunjuk yang diberikan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Kuncinya adalah menjadi apapun, ia tetap harus memilih prioritas menjadi seorang ibu yang dekat dengan keluarganya, agar bisa menjaga diri dan keluarga dari fitnah dan musibah di dunia dan akhirat.Wallahu a’lam bish-shawab. (Kas)

  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
      • Meneladani Ibunda Imam Syafi’i

        H. Wiranto Ketua Yayasan Nur Hidayah Surakarta Bagi seorang muslim, salah satu cara membangkitkan energi positif guna mempertahankan idealisme dalam mengarungi ...
      • Kemuliaan Seorang Ibu

        Banyak lagu diciptakan dan dilantunkan untuk menggambarkan sosok dan pribadi seorang ibu. Kata-kata pujangga seolah tidak pernah habis melukiskan keindahan ...
      • Sakit Bukan Alasan Lari dari Amanah

        Masyarakat Kota Solo pasti tidak asing dengan sosok tamu kali ini. Wajahnya pernah menghiasi baliho dan spanduk-spanduk di penjuru wilayah ...
      • Ibu dan Peran Multitasking

        Perempuan dilahirkan dengan kemampuan multitasking yang cukup mengagumkan. Contoh sederhana, ketika mencuci (dengan mesin) seorang ibu mungkin akan nyambi memasak, ...
      • Ketika Ibu Sakit

        Banyak urusan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab seorang ibu. Mulai dari memasak, membersihkan rumah, menyiapkan keperluan kerja suami dan ...
      • Doa Segera Mendapatkan Jodoh

        H. Kasori Mujahid Assalamu’alaikum Warohmatullahi WabarakatuhUstadz, saya seorang perempuan berusia 25 tahun dan sampai sekarang belum mendapat jodoh. Saya ingin bertanya ...
      November 2017
      MSSR KJS
      1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      2627282930
      • 0
        7
        6
        5
        1
        1
        7
      • Pengunjung hari ini : 87
      • Total pengunjung : 155687
      • Hits hari ini : 381
      • Total Hits : 765117
      • Pengunjung online : 1