Syiar : Silaturahim

Sakit Bukan Alasan Lari dari Amanah

Selasa, 14 Maret 2017

Masyarakat Kota Solo pasti tidak asing dengan sosok tamu kali ini. Wajahnya pernah menghiasi baliho dan spanduk-spanduk di penjuru wilayah kota bengawan ini. Prosesi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Solo 2015 lalu, Muhammad Fajri maju mendampingi Anung Indro Susanto sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota.Tidak banyak yang tahu, pada saat itu di tengah kesibukan yang luar biasa, sang istri harus dirawat di rumah sakit. Namun itu tidak menyurutkan langkah ayah dari tiga anak ini untuk terus berjuang meraih suara kaum muslimin dan juga masyarakat umum. Fajri bertutur, saat sang istri dirawat di rumah sakit, dirinya hampir tidak pernah menemani kecuali sebentar-sebentar saja. Waktu itu, dalam sehari ada tujuh agenda di tempat yang berbeda harus ia selesaikan untuk kampanye dan bertatap muka dengan warga masyarakat. Untunglah banyak kerabat dan saudara yang turun membantu menjaga sang istri di rumah sakit.Amanah“Amanah itu memang berat dan dibutuhkan publik, dinantikan orang banyak. Kadang harus merampas waktu untuk pribadi dan keluarga. Bagi saya, itu sudah biasa. Saya sudah aktif sejak masa kuliah, lalu masa reformasi 1998, terus berlanjut terjun ke masyarakat. Dan saya sudah enjoy, menikmatinya,” terang anggota DPRD Kota Solo selama dua periode Tahun 1999-2009.Lalu bagaimana dengan absennya sang istri? Ia belajar dari pengalaman hidupnya, bahwa menjadi sebuah keniscayaan dalam sejarah dan juga menjadi janji Allah SWT, bahwa beban yang diberikan akan sebanding dengan kemampuan. Lalu ia menyitir ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, “Laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha..” (Tidaklah Allah membebani seorang hamba kecuali sesuai dengan kemampuannya...)“Saya yakin, setiap ujian pasti sudah diukur sesuai dengan kemampuan seorang hamba. Dan ini bukan kali pertama saya menghadapi situasi semacam ini. Di tengah menjalankan berbagai aktivitas amanah, kadang istri kadang anak saya ada yang sakit, gantian. Jadi buat saya, ini bukan sesuatu yang baru,” jelasnya. Sosok yang tak segan merangkul kaum pinggiran ini percaya, setiap orang akan diberi ujian yang berbeda-beda. Lalu ia menyebutkan beberapa Nabi utusan Allah yang disebut memiliki ujian yang luar biasa; Nabi Nuh as, Nabi Ayyub as, Nabi Muhammad saw. Ada manusia yang diuji dengan kelapangan, ada yang diuji dengan sakit, dan sebagainya.Lalu ia menyimpulkan bahwa kualitas seseorang itu akan terlihat dari bagaimana ia menjalankan amanah yang berat. “Saya belajar, ketika saya diberi beban yang berat itu artinya saya dipercaya sama Allah. Ketika saya diuji dengan ujian yang berat, itu berarti dipercaya Allah untuk meningkat imannya.” Ia menambahkan bahwa keluarga menjadi ujian bagi setiap orang beriman. Suami diuji dengan anak dan istrinya. Istri diuji dengan suami dan anaknya. Saling MemahamiInilah rupanya yang menjadi kunci bagi keluarga Fajri, semuanya sudah saling sepaham. Fajri dan istri saling bertemu saat keduanya sama-sama sebagai aktivis dakwah. Dan keluarga yang dibangun pun terwarnai dengan nilai-nilai dakwah dan bagaimana menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. “Alhamdulillah anak dan istri saya memahami, mereka sadar bahwa saya ini sebagian bukan milik mereka saja. Tidak ada yang protes karena sering ditinggal keluar kota untuk menjalankan amanah, atau waktunya habis untuk berkampanye saat Pilkada lalu. Justru kami saling memberi solusi, ketika ada rintangan dalam akitivitas masing-masing. Semuanya didiskusikan.”Kuncinya Syukur Hikmah dari perjalanan hidup Fajri dan keluarga untuk terus berkomitmen mengemban amanah, seberat apapun, di balik itu semua Allah berikan banyak kemudahan. “Allah seringkali memberi sesuatu pada keluarga saya apa yang dibutuhkan, bahkan sebelum diminta,” tandas dia.Misalnya saja dalam hal pekerjaan. Usaha saya gagal di tengah jalan, namun Allah beri peluang bisnis yang sama sekali tidak saya rencanakan sebelumnya. Seperti juga rumah, rencananya 5-10 tahun dia baru merealisasikan mimpi punya rumah di Colomadu. Tanpa disangka Allah memberinya kemudahan memiliki rumah di Banyuanyar.Banyak hal yang biasanya merepotkan, Alhamdulillah tidak jadi.Semua rasanya dipermudah. Kepada anak-anaknya Fajri selalu berpesan untuk tidak lupa bersyukur. Bukan saja kepada Allah SWT, tetapi juga kepada sesama manusia. “Saya selalu mengingatkan anak-anak untuk berterima kasih dan membalas kebaikan orang lain, dengan ucapan dan tindakan. Insya Allah dengan begitu, tidak ada masalah yang tidak terselesaikan.”Seperti sakitnya sang istri yang sudah diderita setelah anak kedua lahir. Sejak saat itu istrinya mengalami kelainan rahim dan oleh dokter disarankan jarak kehamilan berikutnya minimal 5 tahun. Sebenarnya anak ketiganya lahir selisih 6 tahun kemudian, namun Allah berkehendak lain.“Qadarullah, istri komplikasi, beberapa keluhan dari jantung, perut, sampai sakit pinggang. Alhamdulillah setelah operasi pengangkatan rahim tahun lalu,keluhan yang selama ini diderita banyak berkurang.” Operasi itu dilakukan bersamaan dengan dia harus menjalankan amanah sebagai calon wakil walikota. Di akhir perbincangan, Fajri yang memiliki hobi memancing dan menggeluti usaha agro perikanan ini berpesan tidak boleh seseorang menjadikan sebuah amanah sebagai alasan pembenaran untuk lari dari amanah yang lain. Sebagaimana ia tetap menjalankan tanggung jawab atas keluarganya, dan di sisi lain amanah publik itu juga diembannya dengan sungguh-sungguh. (If)

BIODATA

Nama: Muhammad Fajri

TTL: Klaten, 20 Desember 1970
Alamat: Jalan Mataram IV Nomor 1, Gayamsari RT 02 RW 11, Banyuanyar, Banjarsari, Surakarta

 Istri Titin Saptaningrum, S.Sos

Anak: Atika Iffa SyakiraBunga ShahwahDevian Bilhaq Robby

Pendidikan: SMA

Motto Hidup: Hidup sekali hidup yang berarti

Hobi: Memancing, membaca

  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
      • Meneladani Ibunda Imam Syafi’i

        H. Wiranto Ketua Yayasan Nur Hidayah Surakarta Bagi seorang muslim, salah satu cara membangkitkan energi positif guna mempertahankan idealisme dalam mengarungi ...
      • Kemuliaan Seorang Ibu

        Banyak lagu diciptakan dan dilantunkan untuk menggambarkan sosok dan pribadi seorang ibu. Kata-kata pujangga seolah tidak pernah habis melukiskan keindahan ...
      • Sakit Bukan Alasan Lari dari Amanah

        Masyarakat Kota Solo pasti tidak asing dengan sosok tamu kali ini. Wajahnya pernah menghiasi baliho dan spanduk-spanduk di penjuru wilayah ...
      • Ibu dan Peran Multitasking

        Perempuan dilahirkan dengan kemampuan multitasking yang cukup mengagumkan. Contoh sederhana, ketika mencuci (dengan mesin) seorang ibu mungkin akan nyambi memasak, ...
      • Ketika Ibu Sakit

        Banyak urusan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab seorang ibu. Mulai dari memasak, membersihkan rumah, menyiapkan keperluan kerja suami dan ...
      • Doa Segera Mendapatkan Jodoh

        H. Kasori Mujahid Assalamu’alaikum Warohmatullahi WabarakatuhUstadz, saya seorang perempuan berusia 25 tahun dan sampai sekarang belum mendapat jodoh. Saya ingin bertanya ...
      November 2017
      MSSR KJS
      1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      2627282930
      • 0
        7
        6
        5
        0
        4
        8
      • Pengunjung hari ini : 86
      • Total pengunjung : 155686
      • Hits hari ini : 312
      • Total Hits : 765048
      • Pengunjung online : 3