Syiar : Tafsir

Syukur Anak untuk Ibu Bapak

Selasa, 14 Maret 2017

Ustadz Fakhrudin Nursyam, LC Pengajar Ma'had Abu Bakar UMS

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. (QS Luqman: 14)

Kilas PenjelasanDi sela-sela wasiat Luqman kepada putranya, Allah Ta’ala menyelipkan wasiat dan pesan kepada setiap manusia untuk berbakti kepada kedua ibu bapaknya. Perintah berbakti kepada kedua ibu bapak ini didasarkan pada kenyataan bahwa kedua ibu bapak telah menanggung penderitaan yang sangat berat. Terutama ibu yang telah mengandungnya selama sembilan bulan sepuluh hari dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah. Disebutkannya penderitaan ibu secara khusus, untuk menegaskan kepada setiap manusia bahwa kewajiban berbakti kepada ibu jauh lebih besar daripada kewajiban berbakti kepada seorang ayah. Seorang lelaki pernah bertanya kepada Rasulullah saw. seraya berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk aku perlakukan dengan baik? Beliau menjawab, “Ibumu”. Ia bertanya, “Lalu siapa? Beliau menjawab, “Ibumu”. Ia bertanya lagi, “Lalu siapa? Beliau menjawab, “Ibumu”. Ia bertanya lagi, “Lalu siapa? Beliau menjawab, “Lalu ayahmu”. (HR. Bukhari dan Muslim)Setelah itu Allah memerintahkan kepada setiap manusia untuk bersyukur kepada-Nya dan kepada kedua orang tuanya. Rasa syukur seorang anak kepada Allah dan kepada kedua ibu bapak diharapkan mampu mendorongnya untuk senantiasa berbakti kepada mereka, memenuhi kebutuhan fisik dan mental mereka, serta membahagiakan mereka sepanjang hidup mereka.Penderitaan seorang ibu semestinya hanya di masa-masa awal pertumbuhan anaknyaKalau kita perhatikan nash-nash Al-Qur’an dan hadits, penderitaan seorang ibu semestinya hanya pada dua fase awal dari pertumbuhan seorang anak. Pertama pada fase mengandung, melahirkan, menyusui dan menyapihnya. Firman-Nya, “ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun”. Fase kedua adalah fase pendidikan seorang anak hingga menjadi dewasa. Hal ini dapat kita petik dari doa, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.(Al Isra’:24)Setelah itu seharusnya seorang ibu merasakan kebahagiaan demi kebahagiaan dalam semua fase kehidupan bersama anak-anaknya. Ironisnya, kenyataan tidak seperti yang diharapkan, penderitaan seorang ibu terus-menerus berlanjut hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya.Syukur yang berdaya gunaSatu hal yang dapat mengakhiri penderitaan seorang ibu dan mengubahnya menjadi kebahagiaan, yaitu syukur seorang anak kepada Allah dan kepada kedua ibu bapaknya. Namun, bukan syukur yang hanya mengucapkan alhamdulillah dan terima kasih. Sementara ia tidak berbuat apa-apa untuk kebahagiaan kedua ibu bapaknya. Tetapi syukur yang mampu mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan ibu bapak adalah syukur yang dapat menyemai hati agar menumbuhkan cinta yang setulus-tulusnya dan kasih sayang yang sebesar-besarnya. Syukur yang mampu menggerakkan seluruh anggota badan untuk bekerja dan berkhidmat demi kebahagiaan kedua ibu bapaknya. Melakukan apapun yang dapat meredam murka kedua ibu bapaknya demi menghindari murka Allah Ta’ala. Rasul saw. bersabda, “Ridha Allah terletak pada ridha ibu bapak, dan murka Allah terletak pada murka kedua ibu bapak”. (HR. Baihaqi dan Al Hakim)Bentuk-bentuk syukur yang mendatangkan kebahagian ibu bapakSyukur yang mendatangkan kebahagiaan kedua ibu bapak terimplementasi dalam bentuk-bentuk amalan berikut ini;Senantiasa berdoa demi kebahagiaan dan keselamatan kedua ibu bapak, di dunia dan akhirat. Di antara doa yang paling populer adalah, “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Nuh 28 dan Al Isra’:24)Senantiasa memohonkan ampunan hingga kedua ibu bapaknya menempati level yang tinggi di surga. Rasul saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla meninggikan derajat seorang hamba yang shalih di surga, lalu ia bertanya,“Wahai Tuhanku, bagaimana aku dapat meraih derajat yang tinggi ini? Allah pun berfirman, “Disebabkan permohonan ampunan untukmu dari anakmu”. (HR. Ahmad)Senantiasa bertutur kata yang halus dan sopan serta bersikap lemah lembut kepada ibu bapaknya. Allah Ta’ala berfirman,“Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Al Isra’:23)Senantiasa mendahulukan kepentingan kedua ibu bapak daripada kepentingan isteri dan anak. Cukuplah sebagai pelajaran apa yang menimpah Alqamah karena ia lebih mengutamakan isterinya daripada ibunya. Sebagai hukuman dari Allah, ia mengalami sakaratul maut yang sangat berat, seakan ia berada di antara hidup dan mati seandainya ia tidak mendapatkan permaafan dari ibunya. Kita juga teringat cerita tentang tiga pemuda yang terperangkap dalam goa. Ternyata mereka dapat keluar dari goa setelah masing-masing berdoa kepada Allah sambil bertawassul dengan amalan terbaik yang pernah mereka lakukan. Salah satunya adalah seorang pemuda yang tidak akan memberikan makan kepada anak-anaknya, isterinya dan dirinya sendiri sebelum memberikan makan kepada kedua ibu bapaknya. Senantiasa menyambut panggilan kedua orang tua, berusaha mengabulkan semua keinginan orang tuanya, selama hal itu tidak bertentangan dengan agama dan dalam batas kemampuannya. Kita harus belajar dari Juraij, seorang ahli ibadah yang mendapatkan doa keburukan dari ibunya, karena setiap ibunya memanggil, ia lebih memilih untuk mengerjakan shalat sunnah dan mengabaikan pangggilan ibunya. Oleh karena itulah, para ulama mengatakan, “Seorang muslim hendaknya menghentikan shalat sunnah ketika dipanggil ibunya”.Kita juga patut belajar dari Uwais Al Qorni, ketika ibunya ingin berangkat haji, namun tidak kuat lagi menaiki kendaraan. Ia menggendongnya dari Yaman hingga sampai ke Makkah di atas punggungnya. karena bakti kepada ibunya, Uwais menjadi orang yang doanya selalu mustajab di sisi Allah Ta’ala.Senantiasa berjuang untuk meraih ridha kedua ibu bapak. Bahkan ia tidak berjihad di jalan Allah kecuali setelah mendapat restu dari kedua orang tua. Ketika ada seorang pemuda yang menghadap nabi untuk ikut berjihad, Rasul saw, bertanya, “Apakah kamu masih memiliki ibu? Ia menjawab, “Ya”. Beliau bersabda, “Kembalilah kepadanya, dan bersamailah dia, karena sesungguhnya surga berada di bawah kedua kakinya”. (HR. Ahmad).[]

  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
      • Meneladani Ibunda Imam Syafi’i

        H. Wiranto Ketua Yayasan Nur Hidayah Surakarta Bagi seorang muslim, salah satu cara membangkitkan energi positif guna mempertahankan idealisme dalam mengarungi ...
      • Kemuliaan Seorang Ibu

        Banyak lagu diciptakan dan dilantunkan untuk menggambarkan sosok dan pribadi seorang ibu. Kata-kata pujangga seolah tidak pernah habis melukiskan keindahan ...
      • Sakit Bukan Alasan Lari dari Amanah

        Masyarakat Kota Solo pasti tidak asing dengan sosok tamu kali ini. Wajahnya pernah menghiasi baliho dan spanduk-spanduk di penjuru wilayah ...
      • Ibu dan Peran Multitasking

        Perempuan dilahirkan dengan kemampuan multitasking yang cukup mengagumkan. Contoh sederhana, ketika mencuci (dengan mesin) seorang ibu mungkin akan nyambi memasak, ...
      • Ketika Ibu Sakit

        Banyak urusan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab seorang ibu. Mulai dari memasak, membersihkan rumah, menyiapkan keperluan kerja suami dan ...
      • Doa Segera Mendapatkan Jodoh

        H. Kasori Mujahid Assalamu’alaikum Warohmatullahi WabarakatuhUstadz, saya seorang perempuan berusia 25 tahun dan sampai sekarang belum mendapat jodoh. Saya ingin bertanya ...
      November 2017
      MSSR KJS
      1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      2627282930
      • 0
        7
        6
        5
        1
        2
        2
      • Pengunjung hari ini : 87
      • Total pengunjung : 155687
      • Hits hari ini : 386
      • Total Hits : 765122
      • Pengunjung online : 1