Syiar : Opini

Etalase Media dan Identitias Media

Selasa, 14 Maret 2017

Oleh: Anisa Sholicah

Tak dapat dipungkiri, media telah menjadi jembatan arus informasi yang hilir-mudik dalam kehidupan manusia. Media telah mengambil peran dalam tumbuh-kembang manusia modern, mulai dari membentuk mentalitas sampai karakter masyarakat. Baik media cetak, elektronik, maupun media internet atau digital media. Lalu sekarang mulai dikenal istilah media mainstream dan media alternatif. Media mainstream, sebagaimana maknanya adalah media kebanyakan yang memuat berita-berita yang nyaris sama dengan sudut pandang yang tidak jauh beda. Sebagai media komersial, mereka didukung kemampuan membangun stereotip baik positif atau negatif berdasarkan kepentingan tertentu.Mereka juga menyeragamkan informasi tapi cenderung memperkecil informasi. Media mainstream lekat dengan pemilik modal dan penguasa. Meskipun begitu tetap ada media-media alternatif yang lebih objektif, idealis, dan menjalankan kode-kode etik jurnalistik dengan benar. Jurnalistik yang dipraktikkan oleh media yang idealis adalah yang benar-benar objektif. Dalam jurnalistik, kewajiban pertama adalah menyampaikan kebenaran. Seperti diterjemahkan dari tulisan T.D Allman, “Tidak saja mendapatkan fakta yang benar, tapi makna kejadian yang benar. Tidak saja tegak sebagai kebenaran sekarang, tapi tetap benar seiring waktu. Tidak sekadar divalidasi 'sumber terpercaya', tapi dibenarkan oleh bergulirnya sejarah.Jurnalistik yang sepuluh, dua puluh, lima puluh tahun setelahnya, fakta itu tetap nampak sebagai cermin yang benar dan cerdas akan kejadian.”Etalase media cetak adalah halaman depan. Ini cara termudah melihat apa yang dianggap penting dan ditonjolkan media. Apa-apa yang dianggap penting akan menunjukkan posisi media terhadap sesuatu. Wartawan media mainstream dan alternatif sama-sama hadir melakukan peliputan dalam aksi damai 411. Namun, lihatlah halaman depan (headline) di masing-masing media itu. Bagaimana berita tentang aksi damai 411 di halaman pertamanya secara gamblang telah menunjukkan posisi dan sikap dari media tersebut.Dalam kode etik jurnalistik pasal 1 disebutkan, “Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk”. Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi. Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara. Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain (Kode Etik Jurnalistik Sebagai Peraturan Dewan Pers). Sudah menjadi rahasia umum, menguasai media sama artinya dengan menguasai masyarakat. Kebanyakan pengguna media mainstream ini adalah kaum marginal. Karena bagi mereka dengan keterbatasannya, hanya mengenal media-media mainstream itu sebagai jendela melihat dunia.Media mainstream akhirnya mampu menggiring opini masyarakat marginal sesuai keinginan pemilik modal, yaitu dengan membawa kepentingan-kepentingan tertentu. Media lambat-laun dijadikan alat untuk melanggengkan kekuasaan dan semacamnya.Sejak pra-pemilu hingga sekarang, sudah tak asing lagi dijumpai wajah-wajah pemimpin partai politik yang juga berstatus sebagai pemilik media lalu lalang di media yang dimaksud. Mereka bahkan sudah tak lagi memperhatikan stigma negatif yang muncul di masyarakat, sampai mengesampingkan kode etik jurnalistik, menggunakan ruang publik yng jelas-jelas ada aturan mainnya, untuk kepentingan pribadi.Oleh karena itu memiliki media alternatif yang besar dan independen (merdeka) menjadi mimpi yang harus diwujudkan bangsa ini, secara khusus lagi umat Islam. Mendudukkan media dan jurnalistik pada fungsi utamanya; mengontrol penguasa bukan justru menjadi alat penguasa atau pihak tertentu. []

  • Terpopuler
  • Terkomentari
  • Terbaru
      • Meneladani Ibunda Imam Syafi’i

        H. Wiranto Ketua Yayasan Nur Hidayah Surakarta Bagi seorang muslim, salah satu cara membangkitkan energi positif guna mempertahankan idealisme dalam mengarungi ...
      • Kemuliaan Seorang Ibu

        Banyak lagu diciptakan dan dilantunkan untuk menggambarkan sosok dan pribadi seorang ibu. Kata-kata pujangga seolah tidak pernah habis melukiskan keindahan ...
      • Sakit Bukan Alasan Lari dari Amanah

        Masyarakat Kota Solo pasti tidak asing dengan sosok tamu kali ini. Wajahnya pernah menghiasi baliho dan spanduk-spanduk di penjuru wilayah ...
      • Ibu dan Peran Multitasking

        Perempuan dilahirkan dengan kemampuan multitasking yang cukup mengagumkan. Contoh sederhana, ketika mencuci (dengan mesin) seorang ibu mungkin akan nyambi memasak, ...
      • Ketika Ibu Sakit

        Banyak urusan rumah tangga yang menjadi tanggung jawab seorang ibu. Mulai dari memasak, membersihkan rumah, menyiapkan keperluan kerja suami dan ...
      • Doa Segera Mendapatkan Jodoh

        H. Kasori Mujahid Assalamu’alaikum Warohmatullahi WabarakatuhUstadz, saya seorang perempuan berusia 25 tahun dan sampai sekarang belum mendapat jodoh. Saya ingin bertanya ...
      November 2017
      MSSR KJS
      1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      2627282930
      • 0
        7
        6
        5
        1
        0
        1
      • Pengunjung hari ini : 87
      • Total pengunjung : 155687
      • Hits hari ini : 365
      • Total Hits : 765101
      • Pengunjung online : 2